Ilustrasi cara merawat telinga (pexels/@karolina-grabowska)
Telinga mempunyai peran yang sangat penting karena merupakan satu-satunya indra pendengaran bagi manusia.
Sayangnya, banyak orang yang masih abai dalam merawat telinga, sehingga telinga rentan mengalami gangguan.
Padahal, cara merawat telinga agar tetap sehat dan terhindar dari gangguan pendengaran, sebenarnya cukup mudah.
Cara merawat telinga yang benar tidak hanya sebatas sering membersihkan telinga, tetapi juga menjauhi hal-hal yang bisa merusak fungsi telinga.
Berikut ini Indozone bagikan cara merawat telinga yang benar agar tetap sehat, jangan sampai salah, ya!
Cotton bud tidak cocok digunakan untuk membersihkan telinga dengan jenis kotoran yang keras dan padat.
Mengorek telinga dengan cotton bud, malah akan membuat kotoran makin terdorong ke dalam saluran telinga.
Penggunaan cotton bud pada telinga, hanya ditujukan untuk membersihkan telinga bagian luar.
Dengan syarat, hanya bagian cotton bud yang ada kapasnya yang boleh masuk ke saluran telinga.
Sebenarnya, telinga merupakan organ yang dapat membersihkan dirinya sendiri berkat gerakan mengunyah.
Namun, ada kalanya kotoran menumpuk dan berubah menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan dari telinga.
Cara merawat telinga yang tersumbat kotoran yakni dengan menggunakan obat tetes telinga yang ada di apotek.
Kandungan hidrogen peroksida atau sodium bikarbonat dan ekstra oksigen pada obat ini, mampu membuat kotoran yang menggumpal menjadi lebih lunak.
Metode ear candle menggunakan lilin dari bahan linen, yang dimasukkan ke dalam rongga telinga dan ujung luarnya dibakar.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah mengenai manfaat ear candle untuk menghilangkan kotoran telinga.
Selain tidak efektif menghilangkan kotoran, pemakaian ear candle juga berisiko menyebabkan cedera.
Abu dan sisa pembakaran lilin justru bisa masuk ke telinga dan menyumbat saluran telinga.
Kondisi tersebut bahkan memicu gangguan pendengaran, infeksi karena luka bakar, hingga mengalami pendarahan.
Suara keras tentu tidak aman bagi telinga, karena dapat menimbulkan gangguan pendengaran.
Oleh karena itu, usahakan untuk selalu melindungi telinga dari suara keras jika berada di lingkungan dengan sumber suara keras.
Ketika mendengarkan musik menggunakan headphone atau earphone, sebaiknya atur volume agar tidak terlalu tinggi.
WHO menyarankan volume earphone tidak lebih dari 60 persen dengan durasi penggunaan maksimal satu jam.
Telinga yang terkena air kemudian menjadi lembap, membuat bakteri lebih mudah masuk dan menempel.
Akibatnya, telinga berpotensi besar mengalami infeksi yang dapat mengganggu fungsi indera pendengaran.
Maka dari itu, segera keringkan telinga saat basah menggunakan tisu dan handuk, atau pakai penyumbat telinga ketika berenang.
Cara merawat telinga berikutnya yaitu dengan rutin membersihkan headset, headphone, atau earphone minimal seminggu sekali.
Tujuannya, untuk mencegah kuman dan bakteri berkembang biak, sehingga tidak menyebabkan penyakit telinga.
Cukup rendam silikon pada headset dalam air sabun selama beberapa menit, kemudian keringkan dengan kain.
Sementara itu, untuk bagian headset lainnya, gunakan sikat gigi atau tisu basah untuk membersihkannya.
Yang terakhir, cara merawat telinga yang benar yakni dengan memeriksakan telinga ke dokter THT secara teratur.
Sebab, seiring bertambahnya usia maka seseorang menjadi lebih rentan menderita gangguan pendengaran.
Selain itu, dengan rutin melakukan pemeriksaan telinga, maka kotoran dapat segera dibersihkan oleh dokter THT.
Itulah beberapa cara merawat telinga dengan benar agar tetap sehat meski usia bertambah. Semoga bermanfaat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: