Ilustrasi ibu sedih. (Freepik)
Orangtua sering merasa enggak siap mental saat mengasuh anak-anak yang lahir prematur. Bahkan ada beberapa kondisi yang membuat moms merasa sedih dan berat saat menemani si kecil di setiap tumbuh kembangnya.
Saat anak lahir prematur, memang ada banyak masalah kesehatan yang bisa dihadapi si kecil. Namun hal ini bisa diminimalisir jika memang orangtua siap menghadapi risiko.
Namun sebaliknya, kebanyakan orangtua merasakan stigma dan beratnya mengasuh bayi yang terlahir prematur. Banyak masalah yang mereka hadapi dan harus dicegah, seperti berikut penuturan Psikolog Anak dan Pendiri Klinik Psikologi Ruang Tumbuh Irma Gustiana Andriani, M.Psi, bertepatan dengan Hari Premature Sedunia 2022.
Baca Juga: Wanita Hamil yang Alami Kecemasan Berisiko Melahirkan Bayi Prematur
Irma mengatakan, mental orangtua jadi perhatian khusus jika memiliki anak-anak terlahir istimewa atau prematur.
"Secara mental gak hanya pengaruhui ayah, tapi ibu. Para ibu atau orangtua kesulitan ketika mereka akhirnya menerima si kecil lahir prematur, karena mentalnya belum siap," ujar Irma saat Webinar Bicara Gizi:" Peran Orangtua untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi" Danone Indonesia.
Pasca kelahiran anak, seorang ibu rentan mengalami postpartum emosional perasaan sedih, terharu, baby blues, hingga depresi tanpa terkecuali.
"Semua ini menghantui seorang ibu yang melahirkan si kecil prematur dan harus dihindari," tambah Irma.
Irma menambahkan, nanyak ibu dan orangtua kalau level kenyamananannya rendah saat anak lahir prematur.
Seorang ibu bisa khawatir berlebihan tentang risiko-risiko, yang pada akhirnya bisa mengalami gangguan pemberian ASI, mengurus bayi dan sebagainya.
Baca Juga: Efek Kelahiran Prematur Bisa sampai Dewasa, Benarkah?
Ada banyak stigma di masyarakat yang dihadapi orangtua kalau anaknya lahir prematur.
Ya, yang banyak orang tahu anak lahir prematur itu tumbuh kembang enggak optimal, sampai standar kesehatan anak-anak pengaruhui seorang ibu yang anaknya lahir prematur.
Para ibu merasakan kesulitan mendapat dukungan dari pasangan. Irma menyebut, banyak ayah-ayah menyalahlan si ibu, kenapa lahir prematur.
"Ibu banyak di-judge tidak bisa jaga kesehatan dengan baik, yang akhirnya mempengaruhi mental health ibunya," ujar Irma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: