Ilustrasi kanker ovarium. (FREEPIK)
Kanker ovarium tidak hanya menyerang perempuan menopause, tetapi juga banyak wanita usia muda mengalaminya. Namun sayangnya, masih banyak penderita kanker ovarium tidak terselamatkan karena baru berobat saat stadium akhir.
Menurut ahli onkologi-ginekologi dari RSUP Persahabatan, dr Oni Khonsa, SpOG, Subsp. Onk, mendeteksi dini keberadaan kanker ovarium dapat membantu para pasien, terutama mereka yang tinggi risiko untuk mendapat penanganan yang tepat dan mengurangi angka kematian.
Baca juga: Hailey Baldwin Ungkap Dirinya Idap Kista Ovarium Sebesar Apel, Ini Penyebabnya!
"Kebanyakan dari mereka (pasien kanker Ovarium) datang terlambat. Angka yang datang lebih awal itu jauh (lebih rendah) dibanding yang telat," katanya dalam konferensi pers, Senin (5/12/2022).
Lantas, kelompok mana saja yang tinggi risiko mengalami kanker ovarium? Berikut diantaranya:
"Oleh karena itu, jika memiliki salah satu dari 6 faktor risiko, harus cepat konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh," imbau dr Oni.
Baca juga: Awas! Sederet Tanda-tanda Kista Ovarium Ini Perlu Diwaspadai
Kanker ovarium dilaporkan menjadi penyakit kanker tertinggi ke-3 di Indonesia dan ke-8 di dunia sebagai penyebab kematian tertinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: