Lonjakan Omicron BF.7 di China. (REUTERS/Thomas Peter/)
Dalam beberapa minggu terakhir, tren kasus positif COVID-19 di China mengalami peningkatan. Setelah ditelusuri, salah satu penyebabnya karena ditemukannya subvarian Omicron BF.7.
Lantas, di tengah gelombang COVID-19 akankah ada langkah khusus yang diambil Indonesia untuk mencegah masuknya Omicron BF.7?
Baca juga: Kembali Turun! Kasus COVID-19 Hari Ini Bertambah 809 Kasus, Sembuh 3.240 Orang
Juru bicara penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, hingga saat ini pelancong dari luar negeri ke Indonesia akan dilakukan skrining di pintu masuk. Syarat tersebut untuk seluruh pendatang, termasuk dari China.
"Sekarang peraturannya untuk pelaku perjalanan luar negeri melalui proses skrining gejala yang terkait COVID-19 di titik-titik masuk. Turis, pelaku perjalanan internasional tersebut masuk Indonesia dari mana pun pasti mengalami proses skrining itu," katanya dalam dialog FMB9, Senin (19/12/2022).
Skrining dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan para pendatang.
"Kalau memang menunjukkan gejala pasti akan dites di situ. Jadi tidak usah khawatir. Meskipun dari Tiongkok, pasti juga akan mengalami skrining itu kalau positif. Kalau tidak, berarti tidak ada masalah," tambahnya.
Baca juga: Terbaru! Syarat Bepergian saat Libur Nataru, Wajib Vaksin COVID-19
Proses skrining dilakukan dengan melakukan pengecekkan suhu dan memperhatikan kondisi kesehatan pendatang. Menurut Wiku, jika tidak ditemukan gejala terinfeksi COVID-19, dipersilahkan datang ke Indonesia.
"(Dalam skrining) pemeriksaan suhu pasti dilakukan. Yang pertama adalah deteksi suhu. Selain suhu kemungkinan ada gejala lain batuk dan seterusnya. Petugas di bandara melakukan memeriksa itu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: