Ilustrasi anak menderita penyakit kusta. (WHO)
INDOZONE.ID - Bercak putih yang ada di tubuh, rupanya tidak melulu sebagai tanda kamu mengindap panu. Bisa jadi, itu tanda bahwa kulit kamu mengalami gejala penyakit lain seperti kusta.
Ketua Kelompok Studi Morbus Hansen (kusta) Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, Dr. dr. Sri Linuwih SW Menaldi, SpKK(K), FINSDV, FAADV mengungkapkan, ada sejumlah perbedaan antara bercak putih karena panu atau kusta.
"Kusta itu kelainan kulit yang menyerupai banyak penyakit kulit yang lain dan mungkin kelainan itu tidak terasa atau mati rasa. Hal yang membedakannya dengan panu, (bercak putih) lebih banyak di area terbuka, itu mati rasa," ucap Sri dikutip Indozone, Sabtu (16/9/2023).
Dokter yang mengajar di Departemen Kulit-Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menambahkan, ada sedikit kemerahan di bagian pinggir bercak putih pada kusta. Walau begitu, adakalanya seluruh bercak justru berwarna merah.
Baca Juga: Sederet Sumber Makanan Sehat yang Baik Dikonsumsi Pengidap Kusta
Berbicara lokasi bercak, panu umumnya muncul di area yang tertutup pakaian. Sementara kusta, biasanya dijumpai di bagian pipi, lengan atau siku, dan sebagian pasien kusta mendapati bercak di punggung mereka.
"Kemudian, kalau panu itu biasanya kecil-kecil ukurannya, tapi kalau panunya luas banget, bisa juga ya. Lalu, panu kan gatal dan bersisik, kelihatan sekali," katanya.
Menurut Sri, adakalanya kusta justru tidak menunjukkan gejala atau terlihat mata. Sebab, bakteri penyebab kusta yakni Mycobacterium leprae, tidak merusak saraf atau hanya merusak saraf tetapi di bagian ujung akhir.
Ilustrasi penderita kusta (Unsplash/a3701027)
Sri menyarankan, bagi kamu yang menemukan bercak putih di tubuh dan tidak sembuh dengan pengobatan mandiri selama berbulan-bulan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Hal itu untuk mengetahui penyebabnya dan segera mendapatkan pengobatan dari dokter, apabila memang positif mengidap kusta.
"Kalau tidak sembuh-sembuh, tidak ada perubahan, dia harus berobat. Terutama kalau tidak merasa apa-apa, gak gatal, gak sakit. Ketika dia berusaha mengobati dalam beberapa bulan, begitu-begitu saja, segera harus berobat," tuturnya.
Baca Juga: Hari Kusta Sedunia: Indonesia Salah Satu Negara Penyumbang Kasus Kusta Tertinggi di Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA