Ilustrasi kompres hangat efektif untuk redakan demam
INDOZONE.ID - Tak jarang gejala awal dari berbagai penyakit adalah meningkatnya suhu tubuh hingga 37 derajat celcius atau lebih, yang biasa kita sebut dengan demam.
Demam merupakan tanda umum bahwa tubuh sedang melawan infeksi penyebab penyakit.
Sebelum memberikan obat penurun panas, kita sering memberikan kompres untuk penanganan pertama.
Akan tetapi manakah yang lebih efektif? Kompres hangat atau kompres dingin?
Baca Juga: Bukan dengan Air Dingin, Ini Cara yang Benar untuk Kompres Anak Demam
Menurut penelitian, kompres hangat justru lebih efektif untuk meredakan demam. Mengapa demikian?
Ketika tubuh demam, suhu inti tubuh akan meningkat. Kompres hangat akan mengirimkan sinyal ke hipotalamus (bagian otak yang mengatur suhu tubuh) bahwa tubuh sudah cukup hangat, sehingga hipotalamus akan merespons dengan menurunkan suhu tubuh.
Peletakan kompres juga harus diperhatikan.
Setelah kain bersih dicelupkan ke dalam air hangat lalu diperas, meletakkan kompres hangat pada lipatan leher, ketiak dan paha dinilai lebih efektif dikarenakan pada bagian tersebut terdapat banyak pembuluh darah.
Baca Juga: Kompres dengan Air Dingin Tidak Disarankan untuk Turunkan Demam, Kenapa?
Kompres hangat akan merangsang pembuluh darah di permukaan kulit untuk melebar, sehingga suhu panas tubuh dapat lebih mudah dilepaskan.
Ganti kompres setiap 15-20 menit hingga suhu tubuh menurun.
Demikian penjelasan mengapa kompres hangat lebih efektif sebagai penanganan pertama untuk menurunkan demam.
Jika demam tak kunjung turun atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dengan tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yankes.kemkes.go.id