INDOZONE.ID - Seorang pasien di Louisiana dilaporkan dirawat di rumah sakit karena infeksi serius flu burung, menurut otoritas kesehatan pada hari Rabu (18/12/2024).
Ini merupakan kasus manusia pertama yang parah di Amerika Serikat, sehingga memicu kekhawatiran akan kemungkinan pandemi flu burung.
Kasus terbaru ini menambah jumlah infeksi flu burung di Amerika Serikat selama wabah tahun 2024 menjadi 61. Sebagian besar pasien lainnya hanya mengalami gejala ringan dan berhasil pulih di rumah.
Namun, tingkat keparahan kasus di Louisiana ini, semakin menimbulkan kekhawatiran, mengingat adanya kasus serupa di berbagai negara lain. Bulan lalu, seorang remaja di Kanada juga dirawat di rumah sakit karena kasus flu burung yang parah.
Baca Juga: Kasus Flu Burung Meningkat: WHO Serukan Pengawasan Ketat untuk Cegah Risiko Pandemi
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, pasien di Louisiana diketahui terpapar burung sakit dan mati dari kawanan unggas di halaman belakang rumahnya. Namun, detail lebih lanjut, termasuk kondisi terkini pasien, belum diungkapkan.
“Selama lebih dari 20 tahun pengalaman global dengan virus ini, infeksi H5 telah dikaitkan dengan penyakit parah di beberapa negara, termasuk kasus yang berujung pada kematian hingga 50 persen,” ujar Demetre Daskalakis, pejabat senior CDC, kepada wartawan.
“Potensi virus ini untuk menyebabkan penyakit serius terus menunjukkan pentingnya respons federal bersama di Amerika Serikat,” tambahnya.
Baca Juga: 5 Fakta AS Temukan Potensi Penyebaran Flu Burung pada Sapi Perah
Ilustrasi virus H5N1. (feedstrategy.com)
Kasus ini dikonfirmasi pada Jumat pekan lalu. Berdasarkan hasil pengurutan genetik, virus H5N1 yang menginfeksi pasien termasuk dalam genotipe D1.1. Genotipe ini, belakangan terdeteksi pada burung liar dan unggas di AS, serta pada kasus manusia yang dilaporkan di negara bagian Washington dan British Columbia, Kanada.
Genotipe D1.1 berbeda dengan genotipe B3.13, yang ditemukan pada sapi perah, beberapa wabah unggas, dan kasus manusia dengan gejala ringan seperti konjungtivitis. Beberapa kasus di AS bahkan tidak memiliki sumber infeksi hewan yang jelas, termasuk satu kasus di Delaware, seperti dilaporkan CDC.
Namun, otoritas kesehatan menyatakan belum ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa penularan antarmanusia sedang terjadi. Risiko keseluruhan terhadap masyarakat umum pun dinilai masih rendah.
Ilustrasi flu burung di Amerika Serikat. (Reuters/Dado Ruvic)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com