Ilustrasi benjolan di leher. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Munculnya benjolan di leher kerap menimbulkan kekhawatiran karena bisa berkaitan dengan berbagai kondisi medis.
Gejala benjolan leher pun beragam, dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis serius.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab benjolan leher agar bisa mengambil langkah penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat menyebabkan benjolan di leher.
Ilustrasi benjolan leher. (freepik.com)
Kelenjar getah bening berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.
Saat tubuh mengalami infeksi, seperti flu atau radang tenggorokan, kelenjar ini bisa membesar sebagai respons alami. Umumnya, pembengkakan akan berkurang seiring dengan sembuhnya infeksi.
Nodul adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk leher.
Sebagian besar nodul bersifat jinak dan tidak berbahaya. Penyebabnya beragam, seperti penggunaan pita suara yang berlebihan atau pengaruh alkohol terhadap kelenjar tiroid.
Bisul di leher terjadi akibat infeksi bakteri pada folikel rambut atau kelenjar minyak yang tersumbat.
Dalam beberapa kasus, benjolan leher tumor bisa saja dikaitkan dengan pertumbuhan abnormal. Jika infeksi bertambah parah, bisul dapat membesar dan membutuhkan perawatan medis.
Gondok disebabkan oleh pembengkakan kelenjar tiroid yang terletak di leher. Kondisi ini bisa menyebabkan benjolan di leher baik di bagian kanan maupun kiri.
Salah satu penyebab benjolan leher adalah kekurangan yodium dalam makanan. Selain benjolan, gondok juga dapat menimbulkan gangguan metabolisme, perubahan detak jantung, dan masalah pencernaan.
Walaupun sebagian besar benjolan di leher bersifat jinak, ada kemungkinan bahwa benjolan tersebut merupakan benjolan leher tumor yang bersifat ganas atau kanker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com