Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 30 MARET 2025 • 13:15 WIB

Mengulas Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Nyeri Otot Betis

Mengulas Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Nyeri Otot BetisIlustrasi nyeri otot betis.

INDOZONE.ID - Nyeri otot betis merupakan kondisi yang umum terjadi, dan bisa dirasakan sebagai nyeri tumpul atau tajam di bagian belakang kaki, tepatnya di belakang tulang kering. 

Penyebab nyeri otot betis pun cukup beragam. Mulai dari cedera otot, hingga masalah pada pembuluh darah.

Siapa yang Berisiko Alami Nyeri Otot Betis?

Dikutip dari situs Cleveland Clinic, nyeri otot betis bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada:

  • Atlet dan orang yang rutin berolahraga dengan tekanan berlebih pada otot betis.
  • Orang berusia di atas 65 tahun yang memiliki kelemahan otot, atau kondisi medis tertentu.

Faktor lain yang meningkatkan risiko nyeri otot betis meliputi:

  • Penggunaan obat tertentu, seperti obat penurun kolesterol.
  • Penyakit seperti hipotiroidisme, penyakit hati, penyakit ginjal, diabetes, atau penyakit arteri perifer (PAD).
  • Edema (pembengkakan akibat penumpukan cairan di kaki).
  • Kelelahan akibat panas.
  • Ketidakseimbangan elektrolit akibat dehidrasi atau prosedur dialisis (pembersihan darah).
  • Kehamilan.
  • Otot betis yang pendek atau kaku.
  • Merokok atau penggunaan produk tembakau.

Baca Juga: Sakit di Betis Menunjukkan Kolesterol Terlalu Tinggi, Benarkah?

Penyebab Umum Nyeri Otot Betis

Nyeri pada otot betis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

1. Klaudikasio (Claudication)

Penyempitan arteri dapat menghambat aliran darah ke otot betis, menyebabkan kekurangan oksigen. Klaudikasio intermiten bisa menyebabkan nyeri saat berjalan atau berolahraga, terutama pada penderita diabetes, PAD, atau perokok.

2. Kontusio (Cedera Akibat Benturan)

Pukulan langsung pada otot betis, misalnya tendangan keras, dapat merusak jaringan otot tanpa menyebabkan luka terbuka. Cedera ini sering kali menyebabkan memar dan nyeri, bahkan dalam kasus parah bisa menyebabkan sindrom kompartemen, kondisi serius yang menghambat aliran darah ke otot kaki.

3. Kram Otot

Kram otot terjadi ketika otot tiba-tiba berkontraksi, menyebabkan spasme otot yang menyakitkan. Kram betis, yang sering disebut charley horse, dapat terjadi akibat dehidrasi atau kelelahan berlebihan.

Kram ini biasanya berlangsung beberapa detik, tetapi otot bisa terasa nyeri selama beberapa jam setelahnya.

4. Trombosis Vena Dalam (DVT)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cleveland Clinic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengulas Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Nyeri Otot Betis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!