INDOZONE.ID - Nyeri otot betis merupakan kondisi yang umum terjadi, dan bisa dirasakan sebagai nyeri tumpul atau tajam di bagian belakang kaki, tepatnya di belakang tulang kering.
Penyebab nyeri otot betis pun cukup beragam. Mulai dari cedera otot, hingga masalah pada pembuluh darah.
Dikutip dari situs Cleveland Clinic, nyeri otot betis bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada:
Faktor lain yang meningkatkan risiko nyeri otot betis meliputi:
Baca Juga: Sakit di Betis Menunjukkan Kolesterol Terlalu Tinggi, Benarkah?
Nyeri pada otot betis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:
1. Klaudikasio (Claudication)
Penyempitan arteri dapat menghambat aliran darah ke otot betis, menyebabkan kekurangan oksigen. Klaudikasio intermiten bisa menyebabkan nyeri saat berjalan atau berolahraga, terutama pada penderita diabetes, PAD, atau perokok.
2. Kontusio (Cedera Akibat Benturan)
Pukulan langsung pada otot betis, misalnya tendangan keras, dapat merusak jaringan otot tanpa menyebabkan luka terbuka. Cedera ini sering kali menyebabkan memar dan nyeri, bahkan dalam kasus parah bisa menyebabkan sindrom kompartemen, kondisi serius yang menghambat aliran darah ke otot kaki.
3. Kram Otot
Kram otot terjadi ketika otot tiba-tiba berkontraksi, menyebabkan spasme otot yang menyakitkan. Kram betis, yang sering disebut charley horse, dapat terjadi akibat dehidrasi atau kelelahan berlebihan.
Kram ini biasanya berlangsung beberapa detik, tetapi otot bisa terasa nyeri selama beberapa jam setelahnya.
4. Trombosis Vena Dalam (DVT)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic