Kamis, 10 JULI 2025 • 13:37 WIB

FLOII 2025: Pameran Tanaman Hias yang Gak Cuma Estetik tapi Juga Mindfulness

Author

Tanaman Hias Monstera Variegata (Z Creators/Alan Munandar)

INDOZONE.ID - Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo bakal digelar lagi di tahun 2025. Buat kamu yang suka tanaman atau baru mengenali banyak jenis tanaman ini adalah ajang yang tepat. 

Catat tanggalnya, FLOII 2025 bakal digelar 23–26 Oktober 2025. Di Hall 5, ICE BSD City, Tangerang. Event tanaman terbesar di Indonesia dengan vibe internasional ini siap menyapa generasi muda dengan cara yang jauh lebih kekinian.

Tanaman Gak Cuma Estetik tapi Mindfulness

Tahun ini, temanya adalah "The Botanical Futures", yang bukan cuma pameran tanaman hias biasa, tapi juga nyambung ke dunia herbal, pangan lokal, landscape, bahkan seni dan inovasi botani.

Sales & Marketing Vice President Dyandra Event Solutions Ratih F. Kurnia mengatakan, sekarang FLOII menyasar semua orang yang gak cuma suka tanaman. Karena tanaman punya peran besar buat kesehatan, udara yang lebih bersih, sampai ketahanan pangan.

“FLOII bukan sekadar ajang pameran biasa, tapi bisa menyatukan banyak pelaku usaha dan masyarakat umum untuk bertemu berbagi ide dan cakupan luas selain tanaman hias, tanaman pangan, herbal dan landscape yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Rati saat Press Conference di The Waterfall Resto, Depok, Rabu (9/7/2025).

Sales & Marketing Vice President Dyandra Event Solutions Ratih F. Kurnia. (Indozone/Dewi)

Baca juga: Wamentan Sudaryono Tercengang Lihat Tanaman Hias Unik Seharga Mobil

Ratih menambahkan, tanaman bisa berdampak besar buat kehidupan. Kalau kamu merawat satu tanaman, bisa jadi satu langkah kecil yang bisa bawa perubahan besar. Terutama buat masa depan yang lebih sustainable dan ada kampanye khusus yang diluncurkan yaitu #DimulaiDariSatu.

“Satu tanaman sangat berarti untuk masa depan dan kampanye ini sebuah gerakan kecil yang bisa berdampak positif, bikin hidup lebih peduli dan menyuarakan hastag ini khususnya generasi muda,” tambahnya.

Dari Kolektor sampai Content Creator, Semua Bisa Datang

FLOII tahun ini juga gak cuma fokus jualan tanaman atau pameran varietas langka. Kami bisa ngonten seru dan bisa mengenal banyak jenis tanaman. 

Ada juga lelang tanaman, kontes tanaman paling kece, workshop interaktif, talkshow bareng komunitas dan pakar, sampai ruang eksplorasi seni botani.

Ratih berharap, acara ini juga bisa lebih nyambung sama dunia Gen Z. Karena nyatanya, dunia tanaman itu udah makin relate sama gaya hidup modern, dari estetika ruangan sampai gaya hidup sehat dan mindful.

Baca juga: Pucuk Merah, Tanaman Hias Cantik yang Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Nilai Ekspor Tanaman Hias dan Tanaman Pangan

Indonesia sebagai pusat perhatian dunia untuk pengembangan florikultura. Kalau dilihat nilai transaksinya di 2024 sebesar Rp4,5 miliar dan 2023 sebesar Rp7 miliar.

“Di 2025 ini bisa lebih, apa yang dicapai untuk florikultura. Para pelaku usaha haris punya visi misi yang sama untuk mengembangkan florikultura tropis dan apa yang dimulai dan jadi langkah yang terus berlanjut,” ujar Siti Bibah.

Kata Siti Bibah, di tengah tuntutan pemerintah untuk terus menggapai swasembada pangan, FLOII 2025 akan menberikan kontribusi ke tanaman pangan. Ini juga harus diselaraskan dengan tanaman hias. 

“Banyak tanaman hias yang jadi sumber pangan, ada melati, telang dan biji bunga matahari. Minyak biji matahari ini bagian dari florikultura dan importasinya sangat besar. Sebagian bukan buat kwaci tapi minyak nabati dari biji bunga matahari. Di Bandung ada kebun bunga matahari dan disuling minyak bunga matahari secara manual,” ungkapnya. 

Sementara itu, ditambahkannya, jumlah impor biji bunga matahari di 2024 nilainya sangat besar yaitu Rp200 miliar. angkanya sebanyak 9 juta ton. Di tahun yang sama, jumlah eskpor tanaman hias juga meningkat 100 persen yaitu tanaman hias daun dracena, aquatic dan sukulen hampir 19 juta kg setara 100 persen di 2024. 

“Industri ini merupakan yang sangat strategis. Jadi florikultura ini juga bicara ekonomi kreatif,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU