INDOZONE.ID - Menyuruh anak-anak mandi kadang ibu atau ayah kesal. Begitu susahnya anak-anak kalau disuruh mandi dan kebiasaan harus segera diatasi, ya.
Dalam mengatasi tantangan anak susah untuk mandi terutama pada anak usia di bawah 6 tahun, sebisa mungkin orang tua bisa menghadirkan ada sesuatu yang menarik di kamar mandi. Misalnya, menaruh mainan, memperbolehkan main gelembung sabun atau menempel stiker dengan gambar yang menunjukkan urutan mandi.
"Tapi, yang penting ada hal yang menarik menurut anak yang kita letakkan di kamar mandi. Kadang ada mainan karet, misal suka dinosaurus, ya, mandikan dinosaurus, tapi, pakai persepsi mereka," kata Psikolog Anak dan Keluarga Pritta Tyas M., M.PSI, dilansir ANTARA.
Baca juga: Umur Berapa Ajari Anak Tentang Privasi Soal Mandi? Ini Jawaban Psikolog
Beri Pengertian ke si Kecil
Pritta menambahkan pada anak sudah menginjak di atas usia 6 tahun, orang tua sudah bisa memberikannya penjelasan ilmiah terkait pentingnya mandi.
"Bisa kita berikan penjelasan logis, misalnya bagaimana keringat membawa bakteri. Jadi, penting bahwa anak itu punya persepsi positif tentang mandi," ujar dia.
Sang psikolog juga membagikan perspektif mengenai pentingnya menjadikan mandi sebagai bagian dari pola asuh positif. Mandi bukan hanya soal membersihkan tubuh, tapi juga merupakan rutinitas yang dapat membantu anak belajar tentang disiplin, self-care, dan keteraturan.
"Setelah beraktivitas di luar rumah seperti jalan sehat bersama keluarga, mandi bisa menjadi momen transisi yang penting, yaitu membantu anak merasa rileks, aman, dan kembali tenang,” imbuhnya.
Kalau mandi dirasa menyenangkan dan konsisten, anak-anak dan orangtua bisa membangun bonding. Hal ini jadi penting karena berkaitan dengan emosional.
Lebih jauh, ia juga menekankan bahwa malas mandi dalam jangka panjang bisa menjadi salah satu indikator awal adanya gangguan psikologis, baik pada anak maupun orang dewasa. Makanya menjadikan mandi sebagai pengalaman positif sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan jiwa dan raga anak.
Baca juga: Risiko Mandi Langsung Setelah Olahraga Berat Menurut Dokter
Mandi yang Menyenangkan
Dalam kesempatan sama, di momen Perayaan 150 Tahun Kehadiran American Standard di Jakarta Family Walk, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara, mengatakan, momen sederhana seperti mandi, dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga. Lewat inovasi sanitasi berkualitas, ia juga berharap seluruh anggota keluarga dapat merasa nyaman dan bebas saat beraktivitas di luar ruangan.
“Karena saat kembali ke rumah, mereka bisa membersihkan tubuh sambil menikmati momen relaksasi melalui aktivitas mandi yang menyegarkan,” ucapnya.
Melalui partisipasinya di JFWalk 2025, hadir Ruang Inspirasi IMAJIMANDI, sebagai sarana edukatif yang mengajak keluarga Indonesia untuk menjadikan momen mandi sebagai aktivitas menyenangkan dan penuh nilai.
Anak-anak pun diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri melalui pendekatan visual dan interaktif, seperti Art & Sensory Land yang mendorong eksplorasi makna kebersihan lewat bermain, pertunjukan boneka (puppet show) berjudul “Petualangan Po di Negeri Cleanodora” hasil kolaborasi dengan Waktunya Main, serta IMAJIMANDI Photo Booth yang menampilkan dengan latar dunia bawah laut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara