INDOZONE.ID - Kita semua mungkin pernah mikir, “Kenapa sih semua orang berlomba-lomba pengen cantik?”
Jika dipikir lagi, definisi cantik itu beda di dunia misalnya tren Korea dan Brazil sangat jauh berbeda.
Di Indonesia sendiri, tren kecantikan juga terus berubah, dari kulit putih glowing sampai tren bibir peachy. Tapi... kenapa ya, keinginan buat tampil menarik itu kayak universal? Yuk, kita kulik pelan-pelan.
Baca juga: Momen Ketika Orang Tua Gen Z Punya Anak Ikutan Pawai HUT RI Ke-80 Tahun
1. Kecantikan Itu “Mata Uang Sosial”
Percaya nggak percaya, jadi cantik itu punya privilege tersendiri. Orang yang dianggap menarik biasanya dapet perlakuan lebih baik, entah di sekolah, tempat kerja, bahkan saat dilayani di toko.
Ini bukan asumsi semata loh...banyak studi yang membuktikan hal ini. Jadi nggak heran kalau banyak yang ngerasa harus "upgrade penampilan" biar lebih dihargai.
2. Media dan Sosial Media Bikin Standar Baru
Kita hidup di era scroll tanpa henti. Dari TikTok, Instagram, sampai YouTube, wajah-wajah cantik berseliweran tiap hari.
Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri dan merasa “Duh, kok gue nggak kayak gitu ya?”
Padahal, yang kita lihat belum tentu nyata. Filter, editan, dan pencahayaan bisa mengubah banyak hal.
Tapi tetap aja, ekspektasi terbentuk. Dan boom, muncullah tekanan buat memenuhi standar kecantikan yang dibentuk layar.
Baca juga: Demi Bisa Terbang Bareng Anak, Pilot Senior Ini Rela Pindah Maskapai dan Jadi Junior
3. Cantik Sama Rasa Aman dan Penerimaan
Banyak orang ngerasa lebih percaya diri ketika merasa cantik. Rasanya kayak punya pelindung.
Nggak cuma soal dipuji, tapi juga merasa layak dicintai, diterima, dan dihargai. Kecantikan jadi simbol rasa aman, bukan cuma tampilan luar semata.
4. Walau Beda-Beda, Semua Ingin Dianggap “Menarik”
Menarik itu relatif. Di Jepang, kulit pucat dan mata besar digemari. Terus di Afrika, tubuh berisi lebih dipandang sebagai simbol kesuburan.
Kalo Di Indonesia kadang putih, kadang eksotis, kadang Korea-style. Standarnya bisa bergeser, tapi hasrat untuk diterima dan diakui tetap sama.
Baca juga: Momen Ketika Warga Malang Gunakan Bahasa Daerah pada Banner Imbauan
5. Industri Kecantikan Memanfaatkan Rasa Takut
Nggak bisa dipungkiri, industri kecantikan tahu banget gimana cara mainkan emosi kita.
Mereka jual mimpi yakni kulit lebih cerah, badan lebih langsing, wajah lebih tirus. Dengan kata lain, mereka jual ketidakpuasan diri. Dan ini berhasil banget.
Emang kecantikan sering jadi topik yang sensitif dan penuh tekanan, tapi penting diingat bahwa nilai diri tidak ditentukan dari seberapa sesuai kita dengan standar yang terus berubah.
Tampil menarik boleh saja, asal tidak kehilangan arah dalam pencarian versi terbaik dari diri sendiri. Karena pada akhirnya, yang paling memikat bukan wajah yang serupa tren, tapi pribadi yang tahu siapa dirinya dan nyaman dengan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovermagazine.com, Icdo.at, Novomed.com