INDOZONE.ID - Pendidikan merupakan pondasi penting bagi kemajuan suatu bangsa atau negara. Bayangkan jika masyarakat di sebuah negara tidak mendapatkan akses pendidikan yang merata, masa depan generasi muda pasti terancam.
Pemerintah Indonesia telah mendorong program wajib belajar 12 tahun, namun kenyataan di lapangan jauh dari harapan di mana banyak anak terpaksa putus sekolah di tingkat SD.
Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam mengatasi ketimpangan akses pendidikan, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
Baca juga: Wujudkan Pemerataan Akses Pendidikan, Pemkot Balikpapan Bagikan 92.611 Seragam Gratis
Ada banyak faktor yang mempengaruhi fenomena putus sekolah usia dasar ini. Hal utama sudah jelas karena faktor ekonomi keluarga. Lalu sulitnya akses menuju sekolah hingga pengaruh sosial budaya.
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun ajaran 2024/2025, lebih dari 600 ribu peserta didik sekolah dasar (SD) yang putus sekolah pada tahun 2024.
Dari data tersebut, Provinsi Jawa Barat menjadi yang tertinggi, di mana lebih dari 114 ribu anak usia SD putus sekolah alias tidak bersekolah, dengan indikator tidak mampu, dikeluarkan, atau sudah lulus SD tapi tidak lanjut ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sementara itu, Provinsi Papua Barat Daya tercatat sebagai wilayah dengan angka putus sekolah SD terendah, yaitu sebanyak 2.249 anak.
Baca juga: Kemiskinan di Jawa Barat Menurun, Namun Ketimpangan dan Beban Hidup Penduduk Miskin Masih Tinggi
Berikut ini daftar seluruh provinsi jumlah anak tidak lulus SD dari yang tertinggi hingga terendah:
- Aceh: 16.795 orang
- Sumatra Utara: 39.553 orang
- Sumatra Barat: 16.088 orang
- Riau; 26.881 orang
- Jambi: 11.351 orang
- Sumatra Selatan: 29.622 orang
- Bengkulu: 5.088 orang
- Lampung: 22.028 orang
- Kepulauan Bangka Belitung: 6.075 orang
- Kepulauan Riau: 3.379 orang
- DKI Jakarta: 14.222 orang
- Jawa Barat: 114.513 orang
- Jawa Tengah: 59.662 orang
- DI Yogyakarta: 1.862 orang
- Jawa Timur: 57.026 orang
- Banten: 28.794 orang
- Bali: 4.135 orang
- Nusa Tenggara Barat: 10.821 orang
- Nusa Tenggara Timur: 18.421 orang
- Kalimantan Barat: 23.765 orang
- Kalimantan Tengah: 11.640 orang
- Kalimantan Selatan: 13.107 orang
- Kalimantan Timur: 9.570 orang
- Kalimantan Utara: 2.834 orang
- Sulawesi Utara: 6.344 orang
- Sulawesi Tengah : 11.708 orang
- Sulawesi Selatan : 32.584 orang
- Sulawesi Tenggara: 8.992 orang
- Gorontalo: 7.150 orang
- Sulawesi Barat: 7.119 orang\
- Maluku: 6.448 orang
- Maluku Utara: 4.319 orang
- Papua: 3779 orang
- Papua Barat: 2.278 orang
- Papua Selatan: 4.090 orang
- Papua Tengah: 3.580 orang
- Papua Pegunungan: 1.728 orang
- Papua Barat Daya: 2.249 orang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemendikdasmen