Sabtu, 20 SEPTEMBER 2025 • 13:10 WIB

Cinta Bukan Sekadar Perasaan: Kenali 8 Jenis Cinta Menurut Ilmu Psikologi Sternberg

Author

Cinta. (photo/Ilustrasi/Pexels/cottonbro)

INDOZONE.ID - Cinta bukan hanya soal perasaan romantis yang indah, tetapi juga memiliki struktur psikologis yang bisa dijelaskan secara ilmiah. 

Salah satu teori paling terkenal adalah Triangular Theory of Love yang dikemukakan oleh psikolog Robert J. Sternberg pada tahun 1986. 

Sternberg menjelaskan ada 8 jenis cinta mulai dari hubungan yang tanpa cinta sama sekali hingga bentuk cinta yang sempurna. 

Masing-masing subset ini berbeda dalam jenis pengalaman cinta yang ditimbulkannya berikut penjelasannya. 

Baca juga: Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Ada 25 Hari, Simak Rinciannya!

1. Nonlove (Tanpa Cinta) 

Tidak adanya cinta mengacu pada tidak terdapatnya 3 komponen cinta yakni, Intimacy, Passion dan juga Commitment. 

jenis cinta ini biasanya ditemukan dalam interaksi sehari-hari yang terjadi pada orang asing atau orang lain yang tidak memiliki hubungan dekat. 

2. Liking (Menyukai)

Menyukai terjadi ketika seseorang hanya merasakan komponen Intimacy dari cinta tanpa melibatkan gairah/passion dan keputusan ataupun commitment. 

Menyukai disini mengacu pada hubungan seperti persahabatan. Seseorang merasakan kedekatan, ikatan, dan kehangatan terhadap orang lain, tanpa perasaan gairah yang kuat atau komitmen. 

Baca juga: Siswa SD di Deli Serdang Selalu Pulang Terakhir untuk Bersihkan Mushola, Tuai Apresiasi Netizen

3. Infatuated Love (Cinta yang Tergila-Gila) 

Infatuated love ialah "cinta pada pandangan pertama." Cinta yang tergila-gila, atau singkatnya, infatuasi, dihasilkan dari pengalaman gairah yang menggebu-gebu tanpa adanya komponen keintiman dan keputusan/komitmen dalam cinta.

4. Empty Love (Cinta Hampa) 

Empty Love ialah jenis cinta yang hanya ada komitmen didalamnya. Cinta jenis ini biasanya terjadi pada hubungan bertahun-tahun yang sudah terbiasa tanpa adanya keterlibatan emosional. 

Hubungan dipertahankan karena kewajiban, janji, atau tanggung jawab, meski keintiman dan gairah sudah hilang. 

Baca juga: 30 Ide Caption Foto Laut yang Aesthetic dan Singkat untuk Instagram

5. Romantic Love (Cinta Romantis) 

Di dalam romantic love terdapat intimacy dan juga passion akan tetapi belum melibatkan komitmen. Berdasarkan pandangan ini, pasangan yang sedang jatuh cinta tidak hanya tertarik secara fisik satu sama lain, tetapi juga terikat secara emosional. 

Pandangan tentang tomantic love ini serupa dengan yang ditemukan dalam karya sastra klasik, seperti Romeo dan Juliet serta Tristan dan Isolde. 

Namun, pandangan cinta romantis ini berbeda dengan pandangan Hatfield dan Walster (1981), yang berpendapat bahwa cinta romantis tidak berbeda dengan kegilaan.

Baca juga: Bikin Takjub, Pemuda Ini Susuri Stasiun hingga Seberangi Lautan demi Beri Makan Anabul Jalanan

6. Companionate Love (Cinta Kasih Sayang) 

Jenis cinta ini adalah gabungan dari komponen intimacy dan juga komitmen. 

Cinta yang penuh rasa aman, nyaman, dan stabil, biasanya ditemukan pada pasangan jangka panjang ketika gairah mulai memudar, atau dalam hubungan persahabatan yang sangat dekat.

7. Fatuous Love (Cinta Sia-sia) 

Cinta jenis ini diisi dengan komponen passion dan juga komitmen. Adanya keterkaitan fisik yang kuat dan memutuskan untuk kemudian berkomitmen namun tanpa keterlibatan emosional atau intimacy. 

Ini adalah cinta yang sia-sia dalam artian komitmen dibuat atas dasar gairah tanpa unsur penstabil dari intimacy. 

Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Cupcake Stroberi yang Manis dan Bikin Senyum

Meskipun komponen gairah dapat berkembang hampir seketika, komponen keintiman tidak dapat berkembang, dan karenanya hubungan yang didasarkan hanya pada gairah tanpa intimacy, 

Hubungan semacam ini berisiko berakhir dan dalam kasus pernikahan kilat, dan menyebabkan terjadinya perceraian.

8. Consummate Love (Cinta Sempurna/Sejati) 

Cinta jenis ini dihasilkan dari 3 kombinasi kompenen cinta yakni intimacy, passion dan juga komitmen. Cinta sejati adalah jenis cinta yang banyak kita perjuangkan, terutama dalam hubungan romantis. 

Namun untuk mempertahankannya lebih sulit daripada mendapatkan cinta sejati itu sendiri. Cinta sejati pun tidak menjamin bahwa cinta akan bertahan lama. 

Baca juga: Peruri Bestari Festival Angkat Tema "Kembali ke Akar", CEO Indozone Jadi Pembicara

Seringkali kita tidak menyadari saat telah tercapai tujuan, tidak dapat untuk mempertahankan sehingga tujuan tersebut hilang perlahan. 

Teori Sternberg menunjukkan bahwa cinta bukanlah sesuatu yang statis, melainkan bisa berubah-ubah sesuai dengan dinamika hubungan. 

Ada kalanya cinta penuh gairah, kadang hanya bertahan karena komitmen, atau bisa berkembang menjadi cinta yang utuh. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Psychological Review

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU