INDOZONE.ID - Dingin itu nggak selalu soal cuaca, kadang juga tentang hati yang kehilangan hangatnya.
Ada kalanya udara terasa menusuk tulang, tapi yang paling menggigit, justru rasa sepi yang diam-diam merayap di dada.
Dari suasana hujan sampai malam yang sunyi, dingin selalu punya cara buat menyentuh sisi paling dalam dari diri kita.
Nah, kalau kamu lagi butuh kata-kata yang bisa menemani suasana dingin malam ini, tujuh puisi singkat berikut mungkin bisa jadi pelukan kecil buat hatimu yang lagi kedinginan.
Baca juga: Bikin Hati Hangat! Ini 7 Puisi Singkat tentang Kebersamaan
7 Puisi Singkat tentang Dingin
1. Embun di Ujung Jendela
Embun menetes perlahan,
menyentuh kaca, menyapa diam.
Ada namamu di sana,
tapi sudah tak ada tangan yang menuliskannya.
2. Hujan yang Tak Lagi Sama
Hujan turun lagi malam ini,
tapi tak lagi membawa rindu.
Ia cuma jatuh,
tanpa alasan, tanpa arah, seperti aku kehilanganmu.
3. Kopi yang Mendingin
Di meja, secangkir kopi kehilangan asapnya.
Hangatnya pergi pelan-pelan,
seperti perasaan yang dulu juga sempat menetap, tapi akhirnya menguap.
4. Jaket yang Tak Lagi Dikenakan
Aku masih menyimpannya di lemari,
jaket yang dulu sering kamu pinjam.
Sekarang tinggal dingin yang menggantung,
menemani kenangan yang tak mau hilang.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Senyuman yang Bikin Hati Adem
5. Malam di Balkon Kosan
Bintang-bintang menggigil di langit,
angin lewat tanpa permisi.
Aku menatap jauh ke arah lampu jalan,
mencari bayanganmu di antara udara yang beku.
6. Nafas di Ujung Pagi
Dingin menusuk hingga dada,
napasku jadi uap putih yang rapuh.
Mungkin seperti perasaan ini,
yang tetap mencoba hangat,
meski dunia sedang beku.
7. Saat Semua Diam
Dingin datang tanpa suara,
tapi rasanya ribut di dada.
Kadang, keheningan justru paling bising,
apalagi kalau isinya cuma kenangan.
Baca juga: 7 Puisi Singkat Tentang Keikhlasan, Biar Hidup Lebih Tenang dan Bahagia
Dari tujuh puisi di atas, bisa dibilang “dingin” nggak cuma tentang suhu yang turun atau cuaca yang nggak bersahabat.
Ia juga bisa jadi metafora tentang kehilangan, rindu yang nggak sempat pulang, atau bahkan hati yang lelah menunggu kehangatan dari seseorang yang udah pergi.
Tapi dari semua itu, ada satu hal yang pasti, setelah dingin selalu ada hangat yang datang.
Entah dari segelas kopi, pelukan sahabat, atau bahkan dari dirimu sendiri yang akhirnya belajar berdamai dengan sepi.
Jadi kalau kamu lagi ngerasa dingin malam ini, baik di udara maupun di hati biarkan kata-kata ini jadi selimut kecil buat jiwamu. Karena kadang, kehangatan nggak datang dari api, tapi dari puisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ide Penulis