INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu mikir kenapa cara kamu ngerasain cinta, baik dalam hubungan percintaan maupun dengan keluarga, bisa beda banget sama teman kamu? Atau kenapa kadang kamu ngerasa “kurang diperhatiin”, padahal orang tua sayang banget sama kamu? Jawabannya mungkin ada hubungannya dengan bahasa cinta atau love language yang kamu pelajari sejak kecil, dari cara orang tua menunjukkan perhatian dan kasih sayang.
Konsep bahasa cinta ini pertama kali diperkenalkan oleh Gary Chapman, penulis asal Amerika Serikat, lewat bukunya yang terkenal, The Five Love Languages. Menurut Chapman, setiap orang punya cara unik sendiri untuk merasakan dan memberikan cinta, dan pola itu sering mulai terbentuk dari pengalaman kita waktu kecil bersama orang tua.
Apa Itu Bahasa Cinta?
Bahasa cinta atau love languages adalah cara kita merasa dicintai. Chapman membagi bahasa cinta menjadi lima, yaitu:
- Words of affirmation: kata-kata dukungan dan pujian
- Quality time: waktu berkualitas tanpa gangguan
- Receiving gifts: menerima hadiah bermakna
- Acts of service: perhatian lewat tindakan
- Physical touch: sentuhan fisik seperti pelukan, tos, atau ciuman
Meski awalnya teori ini dikembangkan untuk hubungan romantis, versi anak juga sudah dibahas dan diaplikasikan oleh orang tua untuk membangun hubungan sehat dalam keluarga.
Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu! Ini 10 Tips Pola Asuh Anak Biar Jadi Pede, Tangguh, dan Sukses
Perhatian Orang Tua di Masa Kecil Itu Penting Banget
Menurut penelitian psikologi perkembangan, perhatian orang tua sejak kecil membentuk “dasar emosional” kita, yang bisa kuat atau rapuh. Anak yang merasa dicintai dan diperhatikan punya dorongan lebih besar untuk percaya diri dan membangun hubungan sehat di masa dewasa. Sebaliknya, jika kasih sayang atau perhatian orang tua tidak sesuai dengan love language anak, si kecil bisa merasa kosong secara emosional.
Contohnya, jika kamu adalah anak yang paling senang dengan quality time, tetapi orang tua sibuk terus hingga jarang punya waktu bersama, kamu bisa merasa kurang diperhatikan. Secara tidak langsung, pengalaman ini bisa membentuk love language kamu di masa dewasa, misalnya menjadi orang yang sangat menghargai waktu bersama pasangan atau keluarga karena dulu kamu kurang merasakannya.
Atau mungkin, kamu lebih sering diberi hadiah daripada sentuhan fisik. Banyak anak yang akhirnya merasa bahwa cinta harus ditunjukkan lewat benda terlebih dahulu, bukan lewat pelukan atau kata-kata sayang. Semua ini bisa berkaitan erat dengan pola perhatian orang tua saat kamu kecil.
Bahasa Cinta Anak Sama dengan Cara Mereka Merasakan Perhatian
Jika melihat versi love languages untuk anak, perhatian itu tidak hanya soal materi, tetapi tentang bagaimana orang tua mengomunikasikan rasa sayang. Banyak penelitian parenting internasional menyebutkan bahwa saat anak merasa dicintai dengan cara yang ia pahami, hal itu bisa membantu perkembangan sosial dan emosinya.
Contohnya:
- Anak dengan bahasa cinta quality time akan merasa paling diperhatikan saat orang tua duduk bersama, bermain, atau mengobrol tanpa gangguan gawai.
- Anak dengan physical touch akan merasa sangat aman saat dipeluk, digenggam tangannya, atau sekadar diajak menonton sambil bersandar.
- Anak yang membutuhkan words of affirmation akan merasa hangat hatinya ketika mendengar ucapan seperti, “Aku bangga banget sama kamu.” Kata-kata tersebut menjadi wujud cinta yang nyata bagi mereka.
Bahasa Cinta di Masa Kecil Bisa Berpengaruh hingga Dewasa
Inilah bagian yang membuat pembahasan bahasa cinta semakin relevan. Banyak ahli psikologi percaya bahwa bahasa cinta yang kita pelajari dari orang tua sejak kecil sering terbawa hingga dewasa. Artinya, cara kita menjalani hubungan romantis atau bersikap kepada pasangan sering kali mirip dengan cara orang tua menunjukkan kasih sayang dulu.
Jika kamu sering merasa pasangan kurang peka, padahal menurutmu kamu sudah menunjukkan cinta dengan jelas, bisa jadi kalian memiliki bahasa cinta yang berbeda. Dan perbedaan itu sering kembali ke pengalaman masa kecil, tentang bagaimana orang tua menunjukkan kasih sayang saat itu.
Baca juga: 5 Bahasa Cinta yang Juga Perlu Diterapkan ke Diri Sendiri
Jadi, Bagaimana Cara Orang Tua Menunjukkan Perhatian?
Jika kamu membaca buku atau sumber internasional tentang love languages anak, semuanya mengarah pada satu hal: perhatian bukan hanya soal waktu atau materi, tetapi tentang komunikasi cinta yang sesuai dengan kebutuhan emosional anak.
Beberapa tips yang sering disarankan para ahli antara lain:
- Amati reaksi anak saat kamu menunjukkan cinta
- Gunakan semua bahasa cinta, tidak hanya satu, karena kebutuhan anak bisa berubah seiring usia
- Tanyakan langsung pada anak, misalnya, “Kapan kamu merasa paling dicintai?”
Intinya, hubungan antara bahasa cinta dan perhatian orang tua di masa kecil sangat erat. Perhatian yang kita terima, atau tidak kita terima, saat kecil bisa membentuk cara kita merasakan cinta di masa dewasa. Karena itu, kunci untuk memiliki hubungan yang sehat dengan keluarga, pasangan, atau sahabat adalah memahami bahasa cinta masing-masing dan menunjukkan perhatian dengan cara yang mereka butuhkan.
Siapa sangka, hal kecil seperti pelukan atau quality time bisa membuat perbedaan besar dalam hidup dan hubungan kita. Jadi, lain kali coba perhatikan bahasa cinta kamu sendiri, dan mungkin juga apa yang kamu alami dari orang tua saat kecil. Dari situ, kita bisa mulai healing, introspeksi, dan membangun hubungan yang lebih solid ke depannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instituteofchildpsychology.com