Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 13:45 WIB

Ilmu Bukan Sekedar Pintar: Ini Alasan Kenapa Islam Mewajibkan Umatnya Terus Belajar

Author

Ilustrasi ilmu menurut islam. (Sumber: Freepik)

INDOZONE.ID - Ilmu bukan cuma soal gelar atau kepintaran di atas kertas. Dalam Islam, pengetahuan adalah fondasi hidup yang menentukan arah seseorang, baik di dunia maupun akhirat. Sejak wahyu pertama turun dengan perintah iqra’ (bacalah), Islam sudah menegaskan satu hal penting: belajar itu bukan pilihan, tetapi kewajiban untuk semua Muslim, tanpa pengecualian.

Prinsip ini sejalan dengan ungkapan populer knowledge is power. Bedanya, dalam Islam, ilmu bukan sekadar alat untuk meraih kesuksesan duniawi, tetapi juga jalan menuju kemuliaan dan pembebasan manusia dari kebodohan serta ketidakadilan. Laki-laki, perempuan, muda, tua semuanya punya tanggung jawab yang sama untuk terus belajar.

Bukti Nyata: Ilmu Pernah Mengantarkan Islam ke Puncak Peradaban

Sejarah mencatat, kejayaan Islam tak lepas dari kuatnya budaya menuntut ilmu. Di masa Keemasan Islam, lahir tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Sina di bidang kedokteran, Al-Khawarizmi dalam matematika, Al-Jazari dengan teknologi mekaniknya, hingga Ibnu Battuta yang menjelajah dunia dan memetakan peradaban.

Yang menarik, karya-karya mereka tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan global. Ini membuktikan bahwa Islam sejak awal mendorong umatnya untuk berpikir maju dan berkontribusi bagi dunia.

Baca juga: Istiqomah dalam Islam: Arti, Jenis, dan Langkah Menjaganya

Ilmu dalam Al-Qur’an dan Hadis: Jalan Menuju Kemuliaan

Al-Qur’an secara jelas menyebut bahwa orang-orang berilmu memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Ilmu membuat manusia mampu bersikap bijak, memahami realitas hidup, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Tak heran jika Islam sangat menekankan aktivitas membaca, berpikir, dan merenung.

Al-Qur’an secara jelas menjelaskan bahwa ilmu adalah sebab diangkatnya derajat seorang hamba. Allah SWT berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa keimanan dan ilmu berjalan beriringan. Orang berilmu tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kedalaman pemahaman yang membimbingnya dalam bersikap dan bertindak. Dengan ilmu, seseorang mampu membedakan kebenaran dari kebodohan dan menjalani hidup dengan lebih bijak. Rasulullah SAW bersabda:

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Di era digital seperti sekarang, tantangan justru datang dari distraksi teknologi. Informasi bertebaran, tetapi belum tentu membawa pemahaman. Di sinilah pentingnya ilmu, terutama ilmu agama agar umat mampu menyaring informasi dan bersikap dewasa menghadapi perubahan zaman.

Baca juga: 10 Tanda Akhlak Mulia dalam Islam yang Sering Kita Abaikan

Dua Jenis Ilmu yang Wajib Dikuasai Muslim

Dalam ajaran Islam, kewajiban menuntut ilmu terbagi menjadi dua.

  1. Ilmu yang wajib dipelajari setiap individu (fardhu ‘ain). Ini meliputi pemahaman dasar tentang akidah, rukun iman dan Islam, tata cara ibadah, serta hukum-hukum penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa ilmu ini, seseorang bisa terjerumus dalam kesalahan dan tetap dimintai pertanggungjawaban.
  2. Ilmu yang menjadi tanggung jawab bersama (fardhu kifayah). Ilmu jenis ini dibutuhkan demi keberlangsungan dan kesejahteraan masyarakat. Jika sudah ada sebagian orang yang menguasainya, maka kewajiban gugur bagi yang lain. Contohnya ilmu kedokteran, hukum, teknologi, dan berbagai keahlian profesional lainnya.

Belajar Seumur Hidup, Bukan Musiman

Menuntut ilmu dalam Islam bukan proyek jangka pendek, tetapi perjalanan panjang seumur hidup. Dengan ilmu, seorang Muslim tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan memberi manfaat nyata bagi sesama.

Inilah keistimewaan Islam: ilmu menjadi penghubung antara keimanan dan kontribusi nyata. Jadi, kalau ada yang bilang belajar itu capek, Islam justru mengajarkan sebaliknya, belajar adalah jalan menuju kemuliaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Simplyislam.academy

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU