INDOZONE.ID - Sebanyak 500 anjing liar di sejumlah titik rawan Jakarta direncanakan akan dibekali kalung alarm pintar sebagai langkah pencegahan kekerasan jalanan terhadap hewan. Program ini merupakan bagian dari gerakan Pawtective Siren, yang menghadirkan teknologi berbasis sensor detak jantung untuk perlindungan langsung di lapangan.
Inisiatif ini muncul di tengah tingginya kasus kekerasan terhadap hewan, di mana Indonesia sempat tercatat menempati peringkat pertama dunia dalam unggahan konten penyiksaan hewan menurut laporan SMACC 2021.
Di sisi lain, kapasitas shelter di kota-kota besar telah melebihi batas, sementara populasi anjing nasional diperkirakan mencapai 16 juta ekor berdasarkan data One Health Roadmap Kementerian Kesehatan RI.
Perwakilan Pawtective Siren dari Komunitas Hope for Strays, Jeremy Randolph, mengatakan pendekatan preventif diperlukan karena banyak kasus terjadi di lokasi sepi atau pada malam hari tanpa saksi.
“Selama ini shelter dan relawan bekerja luar biasa keras, tetapi mereka lebih banyak menyelamatkan setelah kejadian. Sementara kekerasan sering terjadi di lokasi sepi atau malam hari tanpa saksi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Kalung pintar tersebut dirancang untuk mendeteksi lonjakan detak jantung anjing saat mengalami ketakutan ekstrem. Dalam kondisi normal, detak jantung anjing berada pada kisaran 70–120 detak per menit. Saat menghadapi ancaman serius, detaknya dapat meningkat hingga 130–250 detak per menit.
Sistem menetapkan ambang 130 BPM sebagai indikator darurat. Jika terdeteksi, sirene berkekuatan 100–110 desibel dan lampu LED berkedip otomatis aktif untuk menarik perhatian warga dalam radius 100 hingga 300 meter di area terbuka, terutama pada malam hari.
Alarm akan berhenti otomatis ketika detak jantung kembali stabil di bawah 120 BPM guna menghindari stres lanjutan.
Jeremy menegaskan akurasi sensor menjadi perhatian utama agar perangkat tidak aktif dalam situasi normal.
“Kami tidak ingin alat ini berbunyi saat anjing hanya bermain atau berlari biasa,” katanya.
Selain alarm, perangkat juga dilengkapi fitur GPS untuk membantu relawan memantau posisi dan kondisi alat secara berkala. Tahap awal pemasangan difokuskan di Jakarta sebelum diperluas ke kota lain melalui penggalangan dana dan kolaborasi lintas komunitas.
Baca juga: Aksi Pantang Menyerah Seekor Anjing Menyeberangi Sungai Deras, Usaha Berkali-Kali Berbuah Hasil
Aktivis perlindungan hewan Melanie Subono menilai upaya pencegahan perlu diperkuat karena pendekatan penyelamatan pascakejadian dan penampungan semata tidak cukup.
“Relawan selama ini lebih banyak menyelamatkan setelah kejadian, bukan mencegah. Regulasi saja tidak cukup,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat perlu menyadari bahwa hewan juga makhluk hidup yang dapat merasakan takut dan trauma, sehingga pengawasan publik dan edukasi menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Melalui program ini, gerakan Pawtective Siren berharap setiap ancaman terhadap hewan dapat segera terdeteksi dan tidak lagi terjadi tanpa respons.
“Lewat Pawtective Siren, kami ingin memastikan bahwa setiap tangisan ketakutan hewan tidak lagi berakhir dalam kesunyian,” kata Jeremy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release