INDOZONE.ID - Ramadan selalu identik dengan undangan buka bersama yang datang hampir setiap hari. Dari teman sekolah, rekan kerja, sampai komunitas lama, semuanya ingin menyempatkan waktu untuk kumpul dan berbagi cerita.
Memang rasanya menyenangkan karena itu tanda silaturahmi masih terjaga dan mereka masih ingat kamu.
Namun di balik hangatnya ajakan bukber, sering kali ada dilema ketika jadwal padat, kondisi keuangan terbatas, atau energi sudah tidak cukup.
Pastinya tidak semua undangan bisa dipenuhi, dan itu hal yang wajar. Nah bagi kamu yang bingung gimana cara ajakan buka bersama ini tanpa canggung, berikut tipsnya:
Berikan Alasan Realistis yang Tetap Sopan
Ada banyak alasan yang sebenarnya sangat manusiawi dan bisa dipahami. Misalnya jadwal yang bentrok, berikut kalimat yang bisa kamu pakai:
“Makasih banyak undangannya, tapi di tanggal itu aku sudah ada acara lain. Semoga acaranya lancar dan seru ya!”
Baca juga: 5 Ide Rundown Susunan Acara Buka Bersama yang Menarik, Seru!
Kalau kondisi keuangan kamu sedang perlu dihemat, kamu bisa menyampaikannya dengan halus tanpa perlu terlalu detail:
“Lagi coba lebih hemat bulan ini, jadi belum bisa ikut bukber dulu. Tapi makasih banget sudah ngajak!”
Kalau kamu butuh istrirahat yang banyak dan kesehatan tidak mendukung kamu untuk datang, berikut salah satu contoh kalimatnya:
“Akhir-akhir ini lagi kurang fit nih, jadi mau jaga kondisi dulu. Semoga lain waktu bisa ikut kumpul ya.”
Atau kalau sudah punya janji dengan keluarga:
“Sepertinya aku harus buka bareng keluarga dulu di tanggal itu. Semoga next time bisa gabung!”
Kuncinya untuk menolak ajakan bukber dengal elegan cukup jujur dengan kondisi kamu, lalu tidak berlebihan, dan tetap menghargai orang yang mengundang.
Etika Sosial saat Ramadan
Ramadan adalah momen menjaga hati, termasuk dalam komunikasi. Kalau memang tidak bisa hadir, sebaiknya beri kabar secepat mungkin agar tuan rumah bisa menyesuaikan reservasi atau jumlah makanan.
Hindari membatalkan secara mendadak kecuali benar-benar darurat. Jangan juga menghilang tanpa kabar, karena itu bisa dianggap tidak menghargai undangan.
Baca juga: 7 Tema Bukber yang Unik dan Lucu, Bisa Jadi Singkatan!
Selain itu, tidak perlu merasa bersalah berlebihan karena kamu tidak wajib menghadiri semua acara.
Menjaga kesehatan, punya waktu istirahat, kondisi finansial, dan quality time dengan keluarga, juga bagian dari prioritas yang sehat untuk kamu.
Tawarkan Alternatif agar Tetap Terhubung
Supaya hubungan tetap hangat, kamu bisa menawarkan alternatif waktu untuk bertemu di kesempatan lain, misalnya setelah Lebaran atau di acara yang lebih santai.
Dengan begitu, penolakan yang kamu sampaikan tidak terasa seperti menjauh, melainkan tetap menunjukkan keinginan untuk menjaga silaturahmi. Sikap seperti ini membuat orang lain merasa dihargai meski kamu tidak bisa hadir.
Pada akhirnya, menolak ajakan bukber bukan soal mencari alasan yang terdengar sempurna, tetapi tentang menyampaikan keputusan dengan tulus, sopan, dan tetap menghormati hubungan yang sudah terjalin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Whiz.id