Senin, 02 MARET 2026 • 11:05 WIB

Gen Z Lebih Pilih Tidur daripada Seks? Ini Alasannya

Author

Ilustrasi Gen Z memilih tidur dibanding seks. (Freepik)

INDOZONE.ID - Di usia di mana generasi sebelumnya dianggap "liar"—berpesta, sering berkencan, dan seolah tak pernah lelah—Generasi Z justru menunjukkan pilihan yang berbeda. 

Sebuah survei terbaru mengungkap fakta mengejutkan: sebagian besar dari mereka lebih memilih tidur nyenyak daripada aktivitas seksual.

EduBirdie, sebuah platform yang melakukan survei terhadap 2.000 orang dewasa Gen Z, menemukan bahwa 67% responden memilih tidur berkualitas daripada berhubungan seks. 

Angka ini bahkan mengungguli prioritas lain seperti keamanan karier (64%), kesuksesan pribadi (59%), pertemanan (50%), dan waktu menyendiri (46%).

Baca juga: 50 Ucapan Selamat Menikah Islami yang Penuh Doa dan Harapan

Bukan Sekadar "Anak Zaman Now"

Mungkin mudah untuk langsung mencap mereka sebagai generasi yang aneh. 

Namun, para ahli melihat ada alasan rasional di balik pilihan ini. 

Julia Alexeenko, analis budaya pop dan media di EduBirdie, menjelaskan bahwa Gen Z tumbuh di tengah gelombang konservatif setelah era kebebasan sebelumnya. 

Mereka juga menghabiskan banyak waktu di dalam aplikasi, bukan di ruang sosial fisik.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa Gen Z cenderung lebih disengaja dalam urusan intim. 

Mayoritas dari mereka mengaku membahas batasan sebelum berhubungan seks dan merasa percaya diri untuk mengatakan "tidak".

Baca juga: 35 Ucapan Selamat Berbuka Puasa Islami yang Penuh Hikmah

Faktor Ekonomi dan Kesehatan Mental

Alasan lain yang tak kalah kuat adalah faktor ekonomi dan mental. 

Di tengah kondisi ekonomi yang serba tidak pasti, tidur menjadi satu-satunya "investasi" dengan "pengembalian yang terjamin". 

Kencan membutuhkan biaya, waktu, dan energi emosional. Sementara tidur... hanya butuh waktu. 

Di saat otak sudah terasa jenuh dan tubuh butuh perawatan dasar, pilihan antara seks atau delapan jam tidur menjadi pertanyaan jujur yang jawabannya jelas: tidur.

Media Sosial dan Ekspektasi yang Tak Realistis

Media sosial juga ikut berperan besar. Dalam bukunya Sextinction, peneliti seks Debra Soh berpendapat bahwa kehidupan digital modern dapat merusak ekspektasi dan menggantikan koneksi tatap muka dengan aktivitas scroll tanpa henti, perbandingan sosial, dan pencarian pasangan secara fantasi.

Baca juga: 35 Ucapan Selamat Berbuka Puasa yang Cocok untuk Status dan Chat

Namun, ini tidak berarti Gen Z menjadi generasi yang kaku. 

Survei yang sama juga mencatat adanya eksperimentasi seksual, seks di tempat umum, dan sexting di kalangan mereka. 

Mereka tidak menolak kesenangan, hanya saja mereka pandai memprioritaskan (triaging).

Pada akhirnya, jika pilihannya adalah antara kencan yang biasa-biasa saja atau bangun tidur dengan perasaan segar untuk bekerja, merawat kulit, dan menjaga kewarasan, pilihan untuk tidur adalah keputusan yang masuk akal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Vice.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU