INDOZONE.ID - Gema takbir yang bersahutan di malam 1 Syawal selalu berhasil membangkitkan euforia sekaligus rasa haru setelah sebulan penuh umat Islam digembleng dalam madrasah Ramadhan. Di pagi hari yang fitri tersebut, jutaan Muslim di seluruh dunia akan berbondong-bondong merayakan hari kemenangan dengan bersujud bersama di lapangan terbuka. Namun, di tengah hiruk-pikuk persiapan baju baru dan hidangan ketupat, sering kali terbesit satu pertanyaan mendasar yang kerap membingungkan sebagian orang: sebenarnya, sholat Idul Fitri jam berapa idealnya dilaksanakan?
Mengetahui waktu pasti pelaksanaan sholat Ied sangatlah krusial agar ibadah setahun sekali ini tidak terlewatkan. Tidak hanya sekadar masalah jam di dinding, penentuan waktu sholat Idul Fitri ternyata memiliki landasan teologis yang kuat dan berbeda dengan sholat Idul Adha. Artikel komprehensif ini akan mengupas tuntas jadwal ideal pelaksanaan sholat Idul Fitri, tata cara pelaksanaannya, bacaan niat, hingga ragam amalan sunnah yang mengiringinya berdasarkan panduan para ulama dan hadis Rasulullah SAW.
Baca juga: Hukum dan Alasan Sunnah Makan Sebelum Sholat Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah
Sholat Idul Fitri Jam Berapa? Ini Waktu Pelaksanaan Idealnya
Secara hukum, mayoritas ulama (jumhur) sepakat bahwa sholat Idul Fitri berstatus sunnah mu'akkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan ibadah ini sepanjang hidup beliau. Waktu pelaksanaannya secara umum dimulai sejak matahari terbit hingga tergelincirnya matahari (masuknya waktu Zuhur).
Lantas, sholat Idul Fitri jam berapa dilaksanakan di Indonesia? Melansir dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan karya Abu Maryam Kautsar Amru, pelaksanaan sholat Ied di Tanah Air umumnya dimulai pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB (menyesuaikan waktu lokal setempat).
Ustaz Arif Rahman dalam bukunya Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW juga merinci bahwa waktu yang paling afdal untuk memulai sholat Idul Fitri adalah sekitar pukul 06.30 pagi.
Berdasarkan pandangan ulama mazhab Syafi'iyah, waktu sholat Ied yang paling utama adalah ketika matahari sudah naik sekitar setombak atau dua tombak. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Al-Fatawa juga menegaskan bahwa rentang waktu ini memberikan keleluasaan bagi umat, namun tetap disunnahkan untuk memperhatikannya secara cermat.
Mengapa Sholat Idul Fitri Dianjurkan Sedikit Diakhirkan?
Berbeda dengan sholat Idul Adha yang sangat dianjurkan untuk disegerakan pelaksanaannya, sholat Idul Fitri justru disunnahkan untuk sedikit diundur atau diakhirkan.
Hal ini bersandar pada hadis riwayat Imam Ahmad dari Jundab bin Abdillah Al-Bajali radhiyallahu 'anhu:
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sholat Idul Fitri bersama kami saat matahari setinggi dua tombak. Dan beliau sholat Idul Adha saat matahari setinggi satu tombak." (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani).
Secara astronomis, tinggi matahari "dua tombak" setara dengan sekitar 15 menit setelah matahari terbit, sedangkan "satu tombak" sekitar 12 menit.
Lalu, apa hikmah di balik perbedaan waktu ini? Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni menjelaskan kutipan Imam Asy-Syafi'i:
"Disunnahkan menyegerakan sholat Idul Adha agar waktunya lapang untuk menyembelih (hewan kurban), dan mengakhirkan sedikit sholat Idul Fitri agar waktu menunaikan zakat fitrah juga lapang."
Jadi, pengunduran waktu sholat Idul Fitri bertujuan memberikan kesempatan terakhir bagi umat Islam yang belum menunaikan Zakat Fitrah agar dapat membagikannya kepada fakir miskin sebelum sholat dimulai, sehingga semua orang bisa bersukacita di hari raya.
Hukum dan Tata Cara Mengerjakan Sholat Idul Fitri
Dikutip dari buku Panduan Shalat Doa dan Zikir karya Solihin Suhaili, sangat disunnahkan untuk melaksanakan sholat Ied di lapangan terbuka (mushalla) daripada di dalam bangunan masjid, kecuali jika ada halangan seperti hujan.
Penting juga dicatat bahwa tidak ada azan maupun iqamah yang mengawali sholat Ied, serta tidak ada seruan "asholatu jamiah". Hal ini diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah RA: "Aku mendatangi Sholat pada hari ied bersama Rasulullah SAW, lalu beliau memulai dengan sholat selalu berkhotbah dengan tanpa adzan dan iqomah." (HR. Muslim).
Berikut adalah tata cara dan urutan sholat Idul Fitri sebanyak dua rakaat:
1. Membaca Niat dan Takbiratul Ihram
2. Melakukan Takbir Tambahan (Zawaid)
Inilah pembeda utama sholat Ied dengan sholat lainnya.
- Pada Rakaat Pertama: Setelah doa Iftitah, lakukan takbir sebanyak 7 (tujuh) kali.
- Pada Rakaat Kedua: Setelah bangkit berdiri, lakukan takbir sebanyak 5 (lima) kali.
Di sela-sela setiap takbir tambahan tersebut, disunnahkan membaca dzikir puji-pujian kepada Allah:
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر
Arab-latin: Subhanallah wa-l-hamdu li-l-lâhi wa lâ ilaha illallâh wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah. Allah Mahabesar."
3. Membaca Al-Fatihah dan Surah
Setelah selesai takbir zawaid, imam akan membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan surah lain (disunnahkan surah Al-A'la di rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah di rakaat kedua). Gerakan selanjutnya (rukuk, sujud, dll) sama seperti sholat biasa.
4. Mendengarkan Khutbah
Setelah salam, jamaah sangat dianjurkan untuk tetap duduk dan mendengarkan dua khutbah Idul Fitri yang berisi pesan ketaatan, silaturahmi, dan zakat.
Baca juga: Berapa Kali Takbir Sholat Idul Fitri? Ini Rincian Jumlah, Tata Cara, dan Bacaannya
Bacaan Niat Sholat Idul Fitri
Sebagai syarat sahnya ibadah, berikut adalah lafal niat sholat Idul Fitri yang harus dihadirkan dalam hati sesaat sebelum takbiratul ihram:
Bagi Makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Bagi Imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Ragam Amalan Sunnah Seputar Sholat Idul Fitri
Untuk menyempurnakan pahala di hari kemenangan, umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan sunnah berikut:
- Makan sebelum berangkat, Rasulullah SAW selalu memakan beberapa butir kurma (dengan jumlah ganjil) sebelum berangkat sholat Idul Fitri untuk menegaskan bahwa hari itu puasa telah diharamkan.
- Mengambil rute jalan yang berbeda, disunnahkan pergi ke tempat sholat dan pulang ke rumah melewati rute jalan yang berbeda agar bisa bersilaturahmi dengan lebih banyak orang.
- Wanita haid tetap hadir di lapangan. Dalam hadis riwayat Ummu 'Athiyyah, Rasulullah SAW memerintahkan seluruh wanita, termasuk gadis pingitan dan wanita yang sedang haid, untuk keluar menuju tempat sholat guna menyaksikan syiar Islam, meskipun wanita haid harus menjauh dari area sujud (shaf sholat).
- Memperbanyak takbir, kumandangkan takbir mutlak sejak terbenamnya matahari di hari terakhir Ramadhan hingga khatib naik ke mimbar.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Jam berapa biasanya sholat Idul Fitri dimulai di Indonesia?
Secara umum, sholat Idul Fitri di Indonesia dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan antara pukul 06.00 WIB hingga 07.30 WIB pagi, menyesuaikan dengan kebijakan panitia setempat dan pergerakan matahari.
2. Apakah boleh sholat Idul Fitri dilakukan di rumah sendirian?
Boleh. Jika seseorang berhalangan hadir ke lapangan (misal karena sakit keras), ia tetap disunnahkan melaksanakan sholat Idul Fitri secara munfarid (sendiri) di rumah sebanyak dua rakaat tanpa perlu disertai khutbah.
3. Mengapa sholat Idul Fitri pelaksanaannya sedikit lebih siang dibanding Idul Adha?
Hal ini merupakan sunnah Nabi SAW yang bertujuan memberikan kelonggaran waktu bagi umat Islam untuk menyelesaikan pembayaran Zakat Fitrah sebelum sholat didirikan.
4. Apakah sholat Ied didahului dengan azan dan iqomah?
Tidak. Sholat Idul Fitri maupun Idul Adha tidak menggunakan azan dan iqamah. Imam biasanya hanya menyerukan ucapan "ash-shalatu jami'ah" (mari mendirikan sholat berjamaah).
Hari Raya Idul Fitri adalah tonggak selebrasi atas kemenangan spiritual melawan hawa nafsu. Mengetahui secara pasti sholat Idul Fitri jam berapa dilaksanakan di lingkungan Anda bukan hanya soal kedisiplinan waktu, melainkan bentuk ketaatan dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW secara paripurna. Penundaan sedikit waktu sholat demi tersalurkannya zakat fitrah mengajarkan kita sebuah esensi penting: bahwa ibadah vertikal kepada Allah (habluminallah) tidak akan pernah sempurna jika kita mengabaikan kepedulian sosial kepada sesama manusia (habluminannas).
Kini, setelah Anda memahami tata cara dan keutamaan waktunya, pastikan alarm Anda tersetel dengan baik di pagi yang fitri nanti. Mari jadikan setiap takbir yang bergema sebagai penggugur dosa dan pembuka pintu keberkahan yang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan