Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 MARET 2026 • 13:54 WIB

Berapa Kali Takbir Sholat Idul Fitri? Ini Rincian Jumlah, Tata Cara, dan Bacaannya

Berapa Kali Takbir Sholat Idul Fitri? Ini Rincian Jumlah, Tata Cara, dan BacaannyaIlustrasi. Sholat Ied Idul Fitri (Nano Banana)

INDOZONE.ID - Pagi hari di 1 Syawal selalu membawa nuansa kemenangan dan haru yang tak terlukiskan setelah sebulan penuh umat Islam berpuasa. Di momen puncak tersebut, jutaan umat Muslim berbondong-bondong menuju masjid atau lapangan untuk menunaikan ibadah sholat Ied. Berbeda dengan sholat lima waktu pada umumnya, sholat Ied memiliki keunikan tersendiri yang sering kali membuat sebagian orang, terutama yang jarang melaksanakannya, merasa ragu sejenak saat berdiri di saf sebenarnya, berapa kali takbir sholat Idul Fitri yang harus dilakukan pada setiap rakaatnya?

Keraguan ini sangat wajar, mengingat ibadah sunah muakkad ini hanya dilakukan dua kali dalam setahun yakni saat Idul Fitri dan Idul Adha. Menggemakan takbir tambahan dalam sholat Ied bukan sekadar gerakan fisik, melainkan simbol pengagungan kebesaran Allah SWT atas nikmat kemenangan yang diraih. Artikel ini akan merangkum dan membedah secara tuntas panduan jumlah takbir, bacaan yang dianjurkan di sela-sela takbir, hingga landasan hadis sahih yang menjadi pedomannya.

Baca juga: Bacaan Bilal Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri, Lengkap Arab-Latin dan Maknanya

Berapa Kali Takbir Sholat Idul Fitri?

Sholat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah (meskipun sah dilakukan sendiri/munfarid jika berhalangan). Ciri khas paling mencolok dari ibadah ini adalah adanya takbir tambahan (zawaid) yang dilakukan sebelum membaca surah Al-Fatihah.

Berikut adalah panduan jumlah takbir pada masing-masing rakaat:

  • Rakaat Pertama (7 Kali Takbir):
    Setelah melakukan Takbiratul Ihram (takbir pembuka sholat) dan membaca doa Iftitah, jamaah disunahkan untuk melakukan takbir tambahan sebanyak 7 (tujuh) kali.
  • Rakaat Kedua (5 Kali Takbir):
    Setelah bangkit dari sujud rakaat pertama dan melakukan Takbir Intiqal (takbir perpindahan posisi berdiri), jamaah kembali disunahkan melakukan takbir tambahan sebanyak 5 (lima) kali sebelum mulai membaca Al-Fatihah.

Setiap kali menggemakan takbir tambahan tersebut, jamaah disunahkan untuk mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga atau bahu. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Wa’il bin Hujr al-Hadlrami: "Saya melihat Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Landasan Hadis tentang Jumlah Takbir Sholat Ied

Penetapan jumlah 7 dan 5 kali takbir ini bukanlah karangan ulama di masa belakangan, melainkan bersumber langsung dari praktik dan tuntunan murni Rasulullah SAW. Terdapat beberapa hadis sahih yang menguatkan pedoman ini, di antaranya:

Hadis Riwayat ‘Amr bin Syu‘aib:

“Diriwayatkan dari ‘Amr bin Syu‘aib, dari ayahnya, dari kakeknya bahwa Nabi SAW pada hari Id bertakbir dua belas kali: tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, dan beliau tidak melakukan sholat sunat apapun sebelum dan sesudahnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Hadis Kesaksian Ummul Mukminin Aisyah RA:

Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW pada sholat Idul Fitri dan Idul Adlha bertakbir tujuh kali dan lima kali selain takbir untuk rukuk.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam riwayat lain yang disahihkan oleh Imam Ahmad, Aisyah RA juga menambahkan, "Rasulullah SAW pada sholat dua hari raya bertakbir tujuh kali dan lima kali sebelum membaca (al-Fatihah dan surat)."

Bacaan Dzikir di Sela-Sela Takbir

Hal lain yang sering menjadi pertanyaan setelah mengetahui jumlah takbir adalah: apa yang harus dibaca di sela-sela jeda antar takbir tersebut?

Secara historis, dalam sunah murni Rasulullah SAW, tidak ada tuntunan mutlak atau bacaan spesifik yang diwajibkan di sela-sela takbir. Namun, para ulama (mayoritas mazhab Syafi'i) sangat menganjurkan umat Islam untuk mengisi jeda tersebut dengan puji-pujian (dzikir) kepada Allah SWT. Berdasarkan panduan dari Nahdlatul Ulama (NU), berikut adalah dua opsi bacaan yang paling utama untuk dilafalkan secara sirr (pelan):

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Muhammadiyah.or.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Berapa Kali Takbir Sholat Idul Fitri? Ini Rincian Jumlah, Tata Cara, dan Bacaannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!