Kamis, 09 APRIL 2026 • 12:15 WIB

Anjing Tidak Berkeringat? Ini Cara Menjaganya Tetap Sehat dan Aman

Author

Anjing Tidak Berkeringat? Ini Cara Menjaganya Tetap Sehat dan Aman (freepik)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu, kalau anjing tidak berkeringat seperti manusia? Mereka punya cara sendiri untuk menjaga suhu tubuh tetap sejuk, terutama saat cuaca terik atau saat bermain di luar.

Kalau tidak diperhatikan, anjing bisa kepanasan hingga mengalami heatstroke, yang berbahaya dan bisa berakibat fatal.

Makanya, penting memahami bagaimana tubuh mereka bekerja dan cara merawatnya dengan benar.

Di artikel ini, kita akan bahas kenapa anjing tidak berkeringat, bagaimana mereka mendinginkan tubuh, serta tips praktis agar anjing tetap sehat dan aman di segala kondisi.

Kenapa Anjing Tidak Berkeringat Seperti Manusia?

Faktanya, anjing memiliki kelenjar keringat, tetapi letaknya tidak di seluruh tubuh seperti manusia. Kelenjar keringat anjing (kelenjar merokrin) berada di bantalan kaki (paw pads).

Inilah sebabnya kamu melihat jejak kaki basah di lantai saat cuaca panas.

Sebagai gantinya, anjing mengandalkan panting alias terengah-engah. Saat lidah dan mulutnya terbuka, mereka menguapkan air dari saluran napas dan lidah, yang membantu menurunkan suhu tubuh. 

Makanya, kalau kamu lihat anjing mengibas-ngibaskan lidah sambil terengah, itu sebenarnya cara tubuh mereka mengeluarkan panas dan tetap sejuk.

Baca juga: Metamorfosis Sempurna: Pengertian, Tahapan, dan Contoh Hewan

Tanda-tanda Anjing Kepanasan

Kalau anjingmu kepanasan, biasanya akan menunjukkan beberapa tanda:

  • Terengah-engah lebih cepat atau berat
  • Lidah dan gusi terlihat merah atau pucat
  • Nafas tidak teratur atau terdengar cepat
  • Tubuh terasa hangat saat disentuh
  • Terkadang anjing menjadi lesu, tidak mau makan, atau mual

Kalau kamu melihat tanda-tanda ini, segera pindahkan anjing ke tempat teduh dan beri air bersih. Jangan biarkan mereka terus berada di bawah sinar matahari yang panas.

Cara Menjaga Anjing Tetap Sehat dan Aman

Berikut ini, tips lengkap supaya anjing tetap nyaman dan aman:

1. Sediakan Air Bersih Sepanjang Hari

Pastikan anjing selalu punya akses ke air bersih. Saat cuaca panas, anjing bisa cepat dehidrasi karena mereka tidak berkeringat seperti manusia.

2. Atur Waktu Olahraga

Hindari mengajak anjing berjalan-jalan di siang hari saat matahari berada di puncaknya (pukul 10.00 hingga 16.00). Pilih waktu subuh atau malam hari saat aspal sudah dingin agar bantalan kaki mereka tidak terbakar.

3. Jangan Pernah Meninggalkan Anjing di Dalam Mobil

Suhu di dalam mobil yang diparkir bisa meningkat drastis hanya dalam hitungan menit, bahkan jika kaca jendela dibuka sedikit. Ini adalah penyebab umum kasus fatal serangan panas pada anjing.

4. Perhatikan Ras dan Kondisi Tubuh

Anjing dengan moncong pendek seperti Pug, Bulldog, dan Shih Tzu lebih rentan kepanasan. Perhatikan perilaku mereka, jangan paksa mereka beraktivitas terlalu lama.

5. Perawatan Bulu dan Mandi Rutin

Bulu yang terlalu tebal bisa membuat panas terperangkap. Mandikan anjing secara rutin dan sisir bulunya supaya tetap rapi dan membantu sirkulasi udara di kulit.

6. Berikan Tempat Berteduh yang Layak

Jika anjing lebih banyak berada di luar ruangan, pastikan mereka memiliki tempat berteduh yang memiliki sirkulasi udara baik.

Lantai yang dingin atau rumput yang teduh jauh lebih baik daripada permukaan semen.

7. Cek Kesehatan Secara Rutin

Bawa anjing ke dokter hewan untuk pemeriksaan rutin. Anjing sehat akan lebih tahan terhadap perubahan suhu dan lebih cepat pulih kalau kepanasan.

Masalah Lain yang Bisa Terjadi pada Anjing

Ilustrasi Anjing (freepik)

Selain kepanasan, anjing juga bisa menghadapi beberapa masalah lain yang perlu diperhatikan:

1. Heatstroke (Sengatan Panas)

Kalau anjing terlalu lama terpapar panas atau tidak bisa mendinginkan tubuhnya, mereka bisa mengalami heatstroke.

Tanda-tandanya antara lain terengah-engah parah, muntah, lemas, bahkan bisa pingsan. Ini kondisi serius dan harus segera ditangani.

2. Dehidrasi

Karena anjing tidak berkeringat seperti manusia, mereka lebih cepat kehilangan cairan melalui napas saat panting. Kekurangan air bisa membuat tubuh lemas, detak jantung cepat, dan rentan sakit.

3. Infeksi Kulit dan Kaki

Kelenjar keringat di telapak kaki bisa membuat area ini lembap. Kalau tidak dibersihkan, lembap ini bisa memicu pertumbuhan jamur atau bakteri, sehingga kaki dan kulit anjing gampang iritasi atau bau.

Baca juga: Ini Manfaat Anjing bagi Sistem Imun Bayi yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui, kenapa anjing yang tidak berkeringat seperti manusia. Dengan memahami cara tubuh mereka bekerja dan merawatnya dengan tepat, kamu bisa memastikan anjing tetap sehat dan nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Saharapinesah.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU