INDOZONE.ID - Sebelum jam alarm menjadi umum, manusia memiliki berbagai cara cerdas untuk bangun tepat waktu.
Dari lilin yang menjatuhkan paku setiap jam hingga "knocker uppers" di Era Revolusi Industri, sejarah mencatat kreativitas luar biasa dalam mengatasi tantangan bangun pagi.
Selama revolusi industri Inggris, pabrik-pabrik baru menuntut kepatuhan waktu yang ketat.
Seorang pekerja yang terlambat lima menit saja bisa menghambat seluruh lini perakitan. Jam alarm awal sudah ada, tapi harganya terlalu mahal bagi pekerja biasa.
Baca juga: Obat Pelangsing Bukan Solusi Cepat: Berat Badan Bisa Kembali dalam Waktu Singkat
Pabrik mencoba menggunakan peluit dan lonceng, tapi seringkali tidak dapat diandalkan. Alih-alih, muncullah profesi khusus untuk membangunkan orang: knocker uppers.
1. Knocker Uppers: Profesi Tukang Bangunin yang Pakai Kacang Polong
"Manusia jam alarm" ini akan berjalan menyusuri jalan, mengetuk atau menepuk jendela, atau menembakkan kacang polong ke jendela klien mereka, kata Arunima Datta, profesor sejarah di University of North Texas. "Mereka akan berdiri di sana sampai mendapat respons dari klien mereka."
Profesi serupa juga muncul di negara Eropa lain pada abad ke-19. Di Italia, mereka disebut "hooters". Di Prancis, mereka disebut "reveilleurs". Mereka meniup peluit nyaring untuk membangunkan klien.
Knocker uppers juga berfungsi menjaga masyarakat. Pada 1876, seorang knocker upper menemukan kebakaran pukul 2 pagi di sebuah rumah di Bradford dan membangunkan keluarga yang tertidur lelap, menyelamatkan nyawa mereka.
Baca juga: Foto Romantis Kekasih Ini di Puncak Gunung Sindoro Sukses Bikin Warganet Iri
Pada 1888, seorang knocker upper juga menemukan mayat korban pertama Jack the Ripper.
2. Lilin Berpaku dan Sumpit di Jari Kaki
Lilin penanda waktu dengan ukuran bertahap sudah ada sejak China kuno.
Kadang-kadang dirancang cerdik sehingga paku akan jatuh ke baki logam kecil kira-kira setiap jam, memberikan sinyal pendengaran.
Dupa juga digunakan untuk menjaga waktu di China, kadang-kadang dengan bola logam yang digantung dengan benang yang akan jatuh ke baki di bawahnya, bertindak sebagai gong.
Sebuah catatan Abad ke-19 bahkan mencatat orang di China meletakkan batang dupa di antara jari kaki mereka untuk membangunkan diri.
Baca juga: Kerja Terus Tanpa Henti? Kenali Tanda Workaholic dan Cara Mengatasinya
3. Jam Air Plato: Peluit Keras dari Yunani Kuno
Jam air, dikenal sebagai clepsydra di Yunani Kuno, tersebar luas selama berabad-abad. Filsuf Plato dikreditkan sebagai orang pertama yang mengadaptasinya menjadi alarm pada abad ke-5 SM.
Ia menjebak udara di dalam wadah yang dialiri air; saat air meningkat, tekanan juga meningkat, akhirnya menghasilkan peluit keras seperti ketel.
4. Bel Gereja dan Ayam Jantan
Sebelum alarm pribadi, orang sering bangun melalui isyarat alami dan rutinitas harian. Siang hari adalah salah satu sinyal utama.
Di Eropa Barat dan Tengah abad pertengahan dan awal modern, kehidupan diatur sekitar unit paroki, dan orang menggunakan lonceng gereja, yang dibunyikan oleh bellringer setiap jam, untuk memulai dan mengatur hari mereka.
Baca juga: Mengenal Tren Parfum Timur Tengah yang Kini Populer di Indonesia
Ayam jantan berkokok saat fajar adalah sinyal umum bahwa hari telah dimulai.
Menariknya, penelitian menunjukkan ayam jantan berkokok menurut ritme sirkadian mereka sendiri, bukan hanya respons terhadap cahaya.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Penelitian terus menunjukkan bahwa cahaya pagi adalah salah satu sinyal terkuat untuk mengatur ritme sirkadian.
Paparan cahaya buatan di malam hari dapat menunda jam tubuh dan membuat lebih sulit tidur.
Baca juga: Keren! 65 Siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh Lulus SNBP 2026, Terbanyak se-Aceh
Menjaga jam tidur dan bangun yang teratur sangat penting untuk kesehatan. Praktik ini sesuai dengan penelitian saat ini yang menunjukkan risiko kesehatan dari jam tidur yang tidak teratur.
Pada 1920-an, profesi knocker upper sebagian besar telah mati, karena jam alarm menjadi lebih umum dan terjangkau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC