Kamis, 16 APRIL 2026 • 15:50 WIB

Menangis di Tengah Tuntutan, Suster Natalia yang Viral Minta Uang Miliaran Dikembalikan

Author

Konfersi Suster Natalia Situmorang menuntut keadilan (instagram/rosianta.ginting)

INDOZONE.ID - Sebuah momen haru terjadi saat Suster Natalia Situmorang, Bendahara Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, akhirnya menyuarakan keresahannya. 

Dengan beban yang tak ringan, ia mengungkap dugaan hilangnya dana umat dalam jumlah besar di salah satu bank milik negara.

Melalui unggahan akun Instagram @rosiantanta.giting pada Minggu (12/04/2026), suasana konferensi pers tampak begitu tegang.

Ruangan yang seharusnya menjadi tempat klarifikasi justru dipenuhi emosi yang sulit ditahan.

Lalu, seperti apa sebenarnya suasana di balik konferensi pers tersebut? Berikut penjelasannya.

Meminta Pertanggungjawaban, Saat Suara Tak Lagi Bisa Ditahan

Dalam video yang beredar, Suster Natalia Situmorang tidak berdiri sendirian.

Ia didampingi para saksi yang sejak awal mengikuti proses hingga konferensi pers berlangsung.

Namun, di tengah keramaian itu, beban yang ia rasakan terlihat begitu personal.

Baca juga: Kisah Hangat Ayah Setia Tunggu Anak Perempuan Pulang PKL hingga Malam demi Makan Bersama

Dengan mata berkaca-kaca dan suara yang sempat meninggi, ia akhirnya menyampaikan inti dari persoalan yang selama ini dipikulnya, yaitu dana umat Katolik sebesar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dan hingga kini belum juga kembali.

“Tolong BNI kembalikan uang kami!," kata suster Natalia Situmorang dilansir dari instagram @rosiantanta.giting 

Kalimat itu tidak sekadar terdengar sebagai tuntutan, tapi juga sebagai luapan emosi yang selama ini tertahan.

Ada kelelahan, ada tekanan, dan ada harapan yang disampaikan dalam satu napas.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak korban juga menegaskan bahwa tanggung jawab tidak bisa berhenti pada individu semata.

Mereka juga mendesak Bank Negara Indonesia untuk mengambil langkah konkret dalam mengembalikan dana tersebut, karena yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi kepercayaan banyak orang.

Tangisan di Ruang Konferensi, Simbol Kekecewaan dan Harapan

Di balik angka miliaran rupiah, ada kepercayaan yang dipertaruhkan. 

Dalam ruangan itu, kepercayaan yang retak terasa begitu nyata.

Tangisan Suster Natalia Situmorang menjadi pertanda dirinya tidak hanya berbicara sebagai individu, tetapi juga sebagai representasi dari umat yang merasa dirugikan.

"Semua umat mengatakan suster bagaimana uangnya, orang tua saya sakit, suami saya sakit, anak saya mau bayar kuliah. kemana saya bapak ibu?," tambahanya

Kalimat itu menggambarkan betapa beratnya beban yang harus ia tanggung.

Baca juga: Kisah Hangat Ayah Setia Tunggu Anak Perempuan Pulang PKL hingga Malam demi Makan Bersama

Bukan hanya soal angka, tapi tentang pertanggungjawaban moral yang kini dipertaruhkan.

Ia bahkan mengaku tidak bisa makan dan sulit tidur, sekaliguts terus memikirkan dana umat yang menjadi tanggung jawabnya.

Setiap pertanyaan yang datang dari umat, seolah menjadi tekanan yang tidak pernah berhenti.

Hingga kini, Suster Natalia Situmorang masih menuntut kejelasan dari pihak yang berwenang.

Sementara itu, dari sisi Bank Negara Indonesia, belum ada konfirmasi resmi yang disampaikan kepada publik.

Dan di titik ini, video ruang konferensi itu tidak lagi sekadar tempat berbicara, melainkan menjadi saksi dari sebuah perjuangan panjang, antara harapan untuk keadilan dan beban kepercayaan yang belum terjawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@rosiantanta.giting

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU