INDOZONE.ID - Gaslighting bukan sekadar drama hubungan atau konflik biasa. Ini adalah bentuk manipulasi emosional yang bisa membuat seseorang meragukan pikirannya sendiri, ingatannya, bahkan jati dirinya. Yang bikin ngeri, banyak orang mengalaminya tanpa sadar.
Istilah “gaslighting” sendiri bukan hal baru. Kata ini berasal dari drama klasik berjudul “Gas Light” yang kemudian diadaptasi menjadi film Gaslight. Ceritanya tentang seorang suami yang secara perlahan membuat istrinya merasa “tidak waras” demi menguasai hidupnya.
Sejak itu, istilah ini makin dikenal luas, apalagi setelah diperkenalkan kembali oleh psikolog Robin Stern lewat bukunya The Gaslight Effect.
Tanda Gaslighting yang Sering Diabaikan
Gaslighting nggak selalu terlihat jelas. Justru sering dibungkus dengan kata-kata yang terdengar “peduli”. Tapi kalau kamu mulai sering merasa hal-hal ini, bisa jadi kamu sedang jadi korban:
- Sering dibilang “lupa”, padahal kamu yakin itu nggak benar
- Pendapatmu dianggap berlebihan atau terlalu sensitif
- Cerita diputarbalikkan supaya kamu terlihat salah
- Kamu mulai ragu dengan keputusan sendiri
- Orang tersebut selalu merasa paling benar dan menolak sudut pandangmu
Yang paling umum? Kamu jadi overthinking terus-menerus hanya karena ucapan mereka.
Baca juga: Waspada Gaslighting, Manipulasi Halus yang Bisa Terjadi di Hubungan
Dampaknya ke Mental: Bukan Main
Gaslighting bukan hanya menimbulkan rasa kesal, tetapi juga bisa perlahan mengikis kesehatan mental seseorang. Korban sering kali tanpa sadar jadi terlalu sering meminta maaf, bahkan untuk hal-hal kecil, kehilangan rasa percaya diri, serta merasa cemas atau tegang setiap kali berada di dekat pelaku.
Di saat yang sama, muncul perasaan bahwa “ada yang salah” dalam dirinya, meski tidak tahu pasti apa penyebabnya. Seiring waktu, kondisi ini bisa membuat seseorang kehilangan jati diri hingga merasa putus asa atau mati rasa secara emosional. Yang lebih berbahaya, korban bisa mulai meyakini bahwa semua kesalahan yang terjadi memang sepenuhnya berasal dari dirinya sendiri.
Kenapa Seseorang Melakukan Gaslighting?
Menurut para ahli, pelaku gaslighting biasanya punya kebutuhan kuat untuk mengontrol dan merasa benar.
Ketika mereka merasa posisinya terancam baik secara emosional, ego, atau kekuasaan, mereka akan berusaha membuat orang lain percaya pada versinya, bahkan jika itu berarti memutarbalikkan fakta.
Ada juga yang melakukannya karena ingin terlihat lebih “unggul”, meski sebenarnya argumen mereka lemah.
Gaslighting Bisa Terjadi di Mana Saja
Ternyata gaslighting bisa muncul di berbagai situasi, misalnya:
- Dalam hubungan: pasangan yang ketahuan selingkuh malah balik menyalahkan kamu, membuat kamu merasa bersalah dan mempertanyakan bukti yang kamu punya.
- Dalam keluarga: orang tua menyangkal percakapan yang jelas kamu ingat, sampai kamu mulai meragukan ingatan sendiri.
- Di tempat kerja: rekan kerja memanipulasi situasi dan membuat kamu terlihat tidak kompeten, padahal masalahnya bukan dari kamu.
- Dalam dunia medis: keluhan kesehatan dianggap “cuma stres” atau “dibesar-besarkan”, padahal kamu benar-benar merasakan sakit.
Tahapan Gaslighting (Tanpa Kamu Sadari)
Gaslighting biasanya berkembang secara bertahap:
- Awalnya kamu nggak percaya, terasa aneh tapi diabaikan
- Mulai membela diri, kamu mencoba meluruskan fakta
- Akhirnya menyerah, kamu capek dan mulai percaya versi mereka
Di tahap terakhir ini, banyak korban merasa kehilangan energi, arah hidup, dan kepercayaan diri.
Baca juga: 5 Tanda Pasangan Gaslighting hingga Diam-diam Memutarbalikkan Kesalahan
Kenapa Gaslighting Efektif?
Karena biasanya datang dari orang yang kamu percaya pasangan, keluarga, bahkan dokter. Kamu ingin percaya mereka punya niat baik.
Ditambah lagi, gaslighting sering dibungkus dengan kalimat seperti, “Aku cuma peduli sama kamu.”
Padahal di balik itu, perlahan mereka menanamkan keraguan dalam dirimu.
Jadi, Harus Gimana?
Kalau kamu mulai merasa relate dengan tanda-tanda tersebut, penting untuk tidak langsung menyalahkan diri sendiri. Cobalah untuk tetap percaya pada intuisi dan pengalamanmu, karena perasaanmu valid.
Kamu juga bisa mulai mencatat kejadian-kejadian yang terjadi sebagai “bukti” agar tidak mudah dipatahkan oleh manipulasi. Selain itu, jangan ragu untuk bercerita kepada orang yang kamu percaya, dan bila perlu, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional.
Gaslighting bukanlah hal sepele, ini adalah bentuk manipulasi yang bisa merusak kesehatan mental secara perlahan. Semakin cepat kamu menyadarinya, semakin besar peluang untuk keluar dari lingkaran tersebut.
Ingat: kalau kamu terus merasa bingung, ragu, dan “kehilangan diri sendiri” dalam sebuah hubungan, itu bukan tanda cinta. Itu bisa jadi tanda kamu sedang dimanipulasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com