Selasa, 28 APRIL 2026 • 14:00 WIB

Aksi Nyata Kartini Masa Kini, Pilah Sampah hingga Cegah 8 Ton Limbah

Author

Purwanti fasilitator di Rumah Edukasi Komunitas Pilah Sampah. (Jafriyal/Z Creators)

INDOZONE.ID - Semangat perjuangan R.A. Kartini terbukti tidak pernah padam. Nilai-nilai tersebut terus bertransformasi dalam berbagai profesi modern. Salah satu potret nyata semangat Kartini tercermin dari dedikasi Purwati.

Purwati merupakan fasilitator di Rumah Edukasi Komunitas Pilah Sampah. Di tengah masih rendahnya edukasi dan literasi pengelolaan sampah, ia melangkah pasti untuk mendorong perubahan. Perjalanan Purwati bersama Komunitas Pilah Sampah dimulai pada Agustus 2023.

“Awalnya saya bekerja di sini untuk membiayai kuliah. Lalu, kesadaran dari dalam hati untuk menjaga lingkungan mendorong saya meningkatkan edukasi dan literasi pengelolaan sampah di masyarakat,” tutur Purwati.

Baca juga: Semangat Kartini di Era Modern, Perempuan Didorong Lebih Mandiri dan Berdaya

Tugas Purwati tidak hanya sebatas urusan administratif penerimaan donasi. Ia juga berperan aktif dalam mengedukasi donatur, keluarga, hingga masyarakat luas. Salah satu inovasinya adalah membuat berbagai produk kreatif dari bahan baku sampah hasil donasi.

“Berangkat dari kesadaran itu, akhirnya saya membuat karya dari sampah yang ada. Hasilnya ada yang menjadi signage hingga mainan,” lanjut Purwati.

Purwanti di Rumah Edukasi Komunitas Pilah Sampah. (Jafriyal/Z Creators)

Rumah Edukasi Komunitas Pilah Sampah merupakan inisiatif pengelolaan sampah yang digagas oleh Nahdya Maulina dan Febty Febriani. Nahdya merupakan Penyuluh Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup, sementara Febty adalah peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Komunitas Pilah Sampah bermula pada masa pandemi tahun 2020. Saat itu, Nahdya mengajak para orang tua di daycare anaknya untuk ikut berpartisipasi dengan menitipkan sampah terpilah. Ajakan tersebut mendapat sambutan positif, termasuk dari Febty yang telah memiliki kesadaran tinggi dalam pengelolaan sampah sejak tinggal di Jepang.

Baca juga: Strong Women with Strong Support System, Rayakan Hari Kartini untuk Ibu Indonesia

Seiring waktu, komunitas ini semakin berkembang dan menarik perhatian masyarakat. Hal tersebut mendorong Nahdya untuk menambah tenaga, hingga akhirnya Purwati bergabung pada Agustus 2023.

Kini, Komunitas Pilah Sampah memiliki sekitar 20 ribu pengikut di Instagram dan ratusan donatur aktif. Sepanjang tahun 2025, komunitas ini berhasil memilah sekitar 8 ton sampah sehingga tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta mengolahnya menjadi nilai ekonomi mencapai puluhan juta rupiah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU