Kamis, 30 APRIL 2026 • 08:00 WIB

Cara Mengucapkan Salam 5 Agama Saat Membuka Sambutan, Mencerminkan Semangat Toleransi

Author

Ilustrasi lambang 5 agama. (Freepik/rawpixel.com)

INDOZONE.ID - Cara mengucapkan salam 5 agama saat membuka sambutan menjadi bentuk penghormatan terhadap keberagaman masyarakat Indonesia.

Tradisi ini sudah lazim dipakai dalam acara kenegaraan, seminar, rapat resmi, wisuda, hingga forum publik lainnya. Selain menunjukkan sopan santun, salam pembuka juga mencerminkan semangat toleransi dan persatuan.

Lalu, bagaimana urutan dan cara pengucapan yang benar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Inspirasi Nama Bayi Perempuan Islami yang Cantik dan Bermakna, Apa Saja?

Mengapa Salam 5 Agama Penting Saat Membuka Sambutan?

Indonesia dikenal sebagai negara majemuk dengan beragam agama dan kepercayaan. Karena itu, penggunaan salam lintas agama saat sambutan menjadi simbol penghargaan kepada seluruh tamu yang hadir.

Saat pembicara menyebut salam dari berbagai agama, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa semua orang dihargai tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Tak heran jika cara ini sering dipakai dalam acara formal, terutama yang melibatkan banyak kalangan.\

Urutan Salam 5 Agama yang Umum Digunakan

Ilustrasi Mengucapkan Salam 5 Agama Saat Membuka Sambutan. (Eliani Kusnedi)

Dalam praktiknya, istilah salam 5 agama sebenarnya merujuk pada salam dari enam agama yang diakui di Indonesia. Meski begitu, istilah tersebut sudah terlanjur populer di masyarakat.

Berikut urutan salam yang lazim digunakan dalam sambutan resmi.

Baca juga: Big Bad Wolf Jakarta 2026 Resmi Dibuka! Diskon Buku hingga 90%, Gratis 1.000 Buku dan Hadiah Mobil Listrik

1. Islam

Salam ini biasanya diucapkan pertama karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Artinya adalah doa keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan bagi yang mendengar.

Pengucapan lengkapnya: Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bukan hanya sekadar salam, ucapan ini juga menjadi bentuk doa yang baik kepada audiens.

2. Kristen dan Katolik

Untuk umat Kristiani, dua salam yang sering digunakan adalah:

  • Salam sejahtera bagi kita semua: Bersifat universal dan cocok digunakan di forum umum
  • Shalom: Berasal dari bahasa Ibrani yang berarti damai, sejahtera, dan keselamatan

Dalam banyak acara resmi, keduanya sering disebut berurutan.

3. Hindu

Salam dari umat Hindu ini cukup familiar di Indonesia, terutama di Bali dan berbagai acara nasional.

Ucapannya: Om Swastiastu

Maknanya adalah doa agar seseorang selalu berada dalam keadaan selamat dan diberkahi Tuhan. Biasanya diucapkan dengan sikap tangan menyatu di depan dada sebagai bentuk hormat.

Baca juga: 7 Tips Memilih Daycare yang Aman, Biar Working Mom Lebih Tenang!

4. Buddha

Salam ini merupakan bentuk penghormatan kepada Buddha Gautama dan juga digunakan sebagai salam persaudaraan.

Ucapan: Namo Buddhaya

Maknanya secara umum adalah penghormatan dan doa kebaikan.

5. Khonghucu

Untuk agama Khonghucu, salam yang biasa diucapkan adalah: Salam Kebajikan

Ada juga frasa Wei De Dong Tian, yang memiliki makna bahwa kebajikan mampu menggerakkan Tian atau Tuhan.

Salam ini menekankan pentingnya moralitas dan perilaku baik dalam kehidupan.

Contoh Lengkap Cara Mengucapkan Salam Saat Membuka Sambutan

Jika kamu menjadi MC, moderator, atau pembicara di acara resmi, format salam yang umum dipakai adalah:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi, Salam Sejahtera bagi kita semua, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Setelah itu, baru dilanjutkan dengan sapaan kepada tamu undangan dan isi sambutan.

Baca juga: Insecure dalam Hubungan Bisa Diam-Diam Muncul, Simak Cirinya!

Apakah Urutan Salam Harus Selalu Sama?

Tidak ada aturan hukum yang mengikat soal urutan salam. Namun, urutan yang selama ini dipakai di acara kenegaraan sudah menjadi kebiasaan umum agar lebih rapi dan diterima semua pihak.

Karena itu, jika kamu bingung, gunakan saja susunan yang lazim dipakai pejabat negara atau instansi resmi.

Cara mengucapkan salam 5 agama saat membuka sambutan bukan sekadar formalitas, tetapi simbol toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman Indonesia. Dengan menyampaikan salam secara lengkap dan benar, kamu menunjukkan sikap menghargai seluruh audiens yang hadir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU