Leptospirosis: Penyakit Infeksi dari Tikus yang Mengancam Saat Banjir (pestcontrol-us.com)
INDOZONE.ID - Saat musim hujan tiba, banjir sering menjadi masalah yang terjadi di berbagai daerah. Selain menyebabkan genangan air dan aktivitas terganggu, banjir juga bisa membawa risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis, yaitu infeksi bakteri yang menular melalui air atau lumpur tercemar urine tikus.
Risiko penularan meningkat saat banji,r karena bakteri mudah menyebar di genangan air kotor.
Banyak orang belum menyadari bahaya leptospirosis karena gejalanya sering mirip flu biasa, seperti demam dan nyeri tubuh.
Padahal, jika terlambat ditangani, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius pada ginjal, hati, hingga pernapasan.
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini hidup di ginjal hewan yang terinfeksi.
Terutama tikus, tapi juga bisa ditemukan pada hewan lain seperti sapi, anjing, dan babi.
Hewan yang terinfeksi, akan mengeluarkan bakteri melalui urine. Urine ini kemudian mencemari air, tanah, lumpur, atau genangan banjir.
Bakteri dapat bertahan hidup di lingkungan lembap selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Penyakit ini bisa menular ke manusia ketika kulit yang terluka, mata, hidung, atau mulut terkena air atau tanah yang sudah terkontaminasi.
Leptospirosis sering muncul saat banjir karena air kotor lebih mudah menyebarkan bakteri.
Baca juga: 8 Cara Membasmi Kutu Kasur Sampai Tuntas, Dijamin Hilang dan Nggak Balik Lagi!
Banjir menciptakan kondisi yang sangat ideal bagi penyebaran leptospirosis. Saat air meluap, saluran pembuangan, got, dan tempat sampah sering tercampur menjadi satu. Di tempat-tempat tersebut, tikus sangat mudah berkembang biak.
Ketika banjir terjadi, urine tikus yang sebelumnya berada di tanah atau selokan akan terbawa ke mana-mana. Orang yang harus berjalan di air banjir tanpa perlindungan, menjadi lebih mudah terpapar bakteri ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ayosehat.kemkes.go.id