INDOZONE.ID - Menjelang Idul Adha, kegiatan patungan kurban di sekolah biasanya mulai ramai dilakukan. Mulai dari murid, guru, hingga orang tua ikut urunan untuk membeli hewan kurban bersama-sama.
Tapi, masih banyak juga yang bertanya-tanya, sebenarnya patungan kurban seperti ini sah sebagai ibadah kurban atau hanya dianggap sedekah biasa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Doa Sujud Syukur Lengkap Beserta Tata Cara dan Syarat Sahnya
Hukum Patungan Kurban dalam Islam
Menurut Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Oni Sahroni, pada laman Zakat Sukses, kurban atas nama lembaga secara kolektif, seperti sekolah atau perusahaan, tidak bisa dihitung sebagai ibadah kurban secara syariat.
Jika kurban dilakukan atas nama “sekolah” atau “kantor” secara bersama-sama tanpa kejelasan individu pekurban, maka statusnya lebih dianggap sebagai sedekah hewan, bukan kurban pribadi.
Hal ini mengacu pada hadis Rasulullah SAW: "Kami menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah SAW. Pada kurban Hudaibiyah. Satu ekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)."
Artinya, dalam Islam memang ada aturan jumlah orang yang boleh patungan dalam kurban 1 kambing untuk 1 orang dan 1 sapi atau unta maksimal untuk 7 orang.
Jadi, jika jumlah peserta lebih dari ketentuan tersebut dan diniatkan atas nama lembaga, maka tidak masuk kategori kurban secara syariat. Meski begitu, pahala dan nilai berbaginya tetap ada karena termasuk sedekah yang baik.
Baca juga: Analytical Exposition Text: Pengertian, Struktur, dan Contoh Lengkap
Manfaat Patungan Kurban di Sekolah
Meski ada aturan syariat yang perlu diperhatikan, kegiatan patungan kurban di sekolah tetap memiliki banyak nilai positif, terutama untuk anak-anak.
1. Mengajarkan Anak untuk Berbagi
Melalui kegiatan kurban, anak-anak jadi belajar peduli dan berbagi dengan sesama, terutama kepada orang yang membutuhkan.
Mereka juga bisa melihat langsung bagaimana daging kurban dibagikan dan memberi manfaat untuk banyak orang.
2. Melatih Keikhlasan Sejak Kecil
Saat anak mulai menyisihkan uang jajannya untuk ikut kurban, mereka belajar tentang arti ikhlas dan berbagi karena Allah SWT.
3. Mengenalkan Nilai Ketaatan
Kurban juga jadi cara sederhana mengenalkan anak pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketaatan kepada Allah.
Jadi bukan hanya praktik ibadah, tapi juga pembelajaran akhlak dan akidah.
4. Menumbuhkan Empati terhadap Makhluk Hidup
Anak-anak juga bisa belajar memperlakukan hewan dengan baik sebelum proses penyembelihan dilakukan.
Mulai dari memberi makan sampai memahami kenapa penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang benar dan tidak menyakiti hewan.
Baca juga: Niat Salat Idul Adha Lengkap dengan Tata Cara Pelaksanaannya
5. Membuat Anak Paham Kalau Kurban Bisa Dilakukan Siapa Saja
Melalui sistem patungan, anak-anak jadi belajar kalau ibadah kurban bukan hanya untuk orang kaya. Siapa pun bisa ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
Jadi, patungan kurban di sekolah sebenarnya tetap boleh dan punya banyak manfaat positif. Namun, jika ingin dihitung sebagai ibadah kurban sesuai syariat, pastikan pelaksanaannya mengikuti aturan yang benar, termasuk jumlah peserta dan niat kurbannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Zakatsukses.org