Rabu, 13 MEI 2026 • 16:58 WIB

IdeaFest 2026, Usung Tema ReHumanize hingga Soroti Peran Manusia di Era AI

Author

IdeaFest 2026 (zahra utami putri/indozone)

INDOZONE.ID - Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraannya, IdeaFest 2026 kembali hadir sebagai ruang pertemuan lintas industri kreatif.

Digelar pada 4-6 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), festival ini mengusung tema “ReHumanize” sebagai respons atas perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tema ini tentu tidak dipilih secara sembarangan, melainkan lahir dari kebutuhan untuk kembali menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap proses kreatif dan inovasi.

Lantas, apa alasan IdeaFest 2026 mengangkat tema “ReHumanize” dan tujuan apa yang ingin disampaikan melalui tema tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya:

Alasan di Balik Tema "ReHumanize"

Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif dinilai menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan modern.

Namun di tengah derasnya transformasi digital tersebut, IdeaFest 2026 justru ingin mengingatkan bahwa manusia tetap menjadi pusat dari setiap proses kreatif dan inovasi.

Maka dari itu acara keratif tahunan ini mengakat tema "ReHumanize”.

Tema tersebut lahir dari keresahan sekaligus refleksi atas munculnya berbagai pertanyaan tentang peran manusia di era teknologi yang terus berkembang.

“Selalu ada pertanyaan seperti teknologi akan menggantikan manusia, apakah manusia jadi kurang penting. Sementara kalau dari kami, apapun perkembangannya, kreativitas dan kemajuan itu selalu didasari dari manusia,” ujar Desy Bachir, selaku Co-chair IdeaFest dalam acara Kick-Off: Press Conference IdeaFest 2026 (13/05/26)

Menurut dirinya, sejak awal IdeaFest ingin menempatkan manusia sebagai pusat dari industri kreatif. Hal itu bahkan tercermin dalam identitas baru yang mereka perkenalkan tahun lalu.

Selain itu,Ia menegaskan bahwa teknologi memang membantu banyak proses dan tidak mungkin dihindari.

Baca juga: 13 Tahun Festival IdeaFest Berjalan, Ternyata Ini Rahasianya Tetap Eksis!

Namun, nilai-nilai manusia seperti kreativitas, budaya, empati, hingga intuisi tetap menjadi fondasi utama yang tidak dapat digantikan.

Selain itu, semangat human-centered juga disebut menjadi dasar dalam penyusunan seluruh program IdeaFest tahun ini.

Meski memanfaatkan teknologi dalam berbagai proses kerja, pihak penyelenggara memastikan seluruh kurasi program tetap mengedepankan perspektif manusia.

“Semua program kami masih dibuat oleh manusia, tentunya dibantu teknologi. Kami tidak bisa memungkiri teknologi sangat membantu proses, tapi untuk kurasi konten dan program tetap melibatkan para brain trust dan tim kreatif,” jelas DesyLebih dari itu , IdeaFest selama ini juga bukan sekadar ruang pamer inovasi, tetapi juga wadah pertemuan manusia dari berbagai latar belakang industri kreatif.

Ribuan hingga puluhan ribu pengunjung  selalu hadir setiap tahunnya untuk bertukar ide dan pengalaman.

Sektor Kreatif yang Paling Cepat Berubah di Tengah Gelombang AI

Tema “ReHumanize” menjadi semakin relevan ketika melihat, bagaimana AI mulai mengubah cara kerja berbagai subsektor industri kreatif.

Perubahan itu paling terasa di sektor hiburan, konten digital, periklanan, musik, hingga media.

Tentu, teknologi Ai ini membuat proses kreatif menjadi lebih cepat dan efisien.

Yang paling cepat berubah itu pre-production. Sekarang untuk membuat storyboard atau menyamakan visi antara creative director dan klien bisa jauh lebih mudah dan cepat pastinya karena semuanya sudah lebih visual dan mendekati hasil akhir,” ujar Patrick Effendy selaku  Founder of Creative Prompt

Namun di sisi lain, perubahan tersebut juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait peran manusia, autentisitas karya, dan etika dalam produksi konten.

Baca juga: IdeaFest 2025 Day 3, Kemenekraf Ungkap Peluang Industri Fashion Sangat Besar

Selain itu, ideafest juga melihat sebagian pekerja kreatif mulai kehilangan ruang karena beberapa tahap kerja kini dapat dipermudah oleh AI. 

Meski demikian, mereka yang mampu beradaptasi justru bisa menemukan peran baru yang lebih relevan.

Keahlian menggambar, misalnya, tetap dapat digunakan untuk mengarahkan AI agar menghasilkan visual dengan angle, pose, dan framing yang lebih akurat.

Dengan kata lain, sebenarnya teknologi tidak sepenuhnya menghapus peran manusia, tetapi mengubah cara manusia bekerja. 

Di titik inilah tema “ReHumanize” menemukan relevansinya, yaitu manusia tetap perlu hadir sebagai pengarah, pemberi rasa, sekaligus penjaga makna dalam setiap proses kreatif.

Isu inilah yang akan menjadi salah satu pembahasan dalam IdeaFest 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU