INDOZONE.ID - Banyak orang langsung panik saat wajah berjerawat, rambut rontok, atau berat badan naik drastis. Tapi saat kuku mulai rapuh, gampang patah, sampai mengelupas, kebanyakan justru menganggapnya hal biasa.
Padahal, perubahan pada kuku bisa jadi tanda tubuh sedang “berbicara” soal kondisi kesehatanmu.
Meski nggak selalu berarti penyakit serius, kuku yang tiba-tiba berubah tekstur tetap nggak boleh disepelekan. Dalam beberapa kasus, masalah ini hanya dipicu kebiasaan sehari-hari.
Namun di kondisi tertentu, kuku rapuh juga bisa berkaitan dengan masalah nutrisi hingga gangguan kesehatan tertentu.
Baca juga: Cara Memotong Kuku yang Benar agar Tidak Cantengan
Kuku Bisa Jadi Cerminan Kondisi Tubuh
Tanpa disadari, kondisi kuku sering mencerminkan apa yang sedang terjadi didalam tubuh. Kuku sehat umumnya terasa kuat, permukaannya halus, dan tidak mengalami perubahan warna mencolok.
Kalau kuku mulai terlihat kasar, tipis, pecah-pecah, atau mudah terbelah, ada kemungkinan tubuh sedang kekurangan nutrisi penting.
Dr. Sara Norris, dokter naturopati asal Los Angeles, mengungkapkan bahwa masalah kuku rapuh cukup sering berkaitan dengan pola makan yang buruk atau penyerapan nutrisi yang tidak optimal.
Artinya, kalau tubuh kekurangan asupan penting seperti zat besi atau nutrisi lain, kuku bisa menjadi salah satu bagian pertama yang menunjukkan tanda-tandanya.
Baca juga: Kapan Potong Kuku untuk Orang yang Berkurban? Simak Hukumnya
Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Kuku
Sebelum overthinking soal penyakit serius, coba cek dulu kebiasaan harianmu.
Kuku rapuh sering kali terjadi karena terlalu sering terkena air lalu mengering berulang kali. Aktivitas seperti mencuci piring, mencuci baju, berenang, atau terlalu sering memakai sabun dan cairan pembersih bisa membuat kuku kehilangan kelembaban alami.
Efeknya?
Kuku jadi tipis, kering, gampang retak, bahkan mengelupas.
Penggunaan kuteks, remover berbahan keras, hingga nail extension berlebihan juga bisa memperparah kondisi kuku.
Baca juga: Kuku Rapuh dan Kusam? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Nutrisi Ini
Bisa Jadi Tanda Kekurangan Zat Besi?
Nah, ini yang sering nggak disadari.
Dalam beberapa kasus, kuku rapuh juga dikaitkan dengan kekurangan zat besi atau gangguan tiroid seperti hipotiroidisme.
Kalau kondisi kuku buruk disertai gejala lain seperti tubuh gampang lelah, sering pusing, rambut rontok, atau kulit terasa kering, ada baiknya mulai waspada dan memeriksakan diri ke dokter.
Baca juga: Manfaat Suplemen Biotin bagi Kesehatan Rambut, Kulit, dan Kuku
Cara Simpel Bikin Kuku Kuat Lagi
Tenang, kondisi kuku rapuh masih bisa diatasi kalau penyebabnya bukan masalah medis serius.
Beberapa cara yang bisa kamu lakukan antara lain:
- Gunakan pelembap tangan atau kuku yang mengandung lanolin atau Alpha Hydroxy Acid (AHA)
- Pakai sarung tangan saat mencuci piring atau membersihkan rumah
- Kurangi penggunaan produk kuku berbahan keras
- Perbanyak makanan bergizi yang kaya zat besi, protein, dan vitamin
Baca juga: Kecanduan Nail Art? Hati-Hati, Ini Dampak Jangka Panjangnya untuk Kesehatan Kuku
Jangan Tunggu Sampai Makin Parah
Kalau kuku berubah warna, terasa nyeri, menebal tidak wajar, atau terus rapuh dalam waktu lama, jangan cuma dicuekin.
Siapa sangka, bagian kecil di ujung jari ini ternyata bisa jadi alarm awal soal kondisi tubuhmu. Jadi kalau kuku mulai “teriak”, mungkin sudah waktunya kamu lebih peduli sama kesehatan diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline