Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 13:00 WIB

Kecanduan Nail Art? Hati-Hati, Ini Dampak Jangka Panjangnya untuk Kesehatan Kuku

Kecanduan Nail Art? Hati-Hati, Ini Dampak Jangka Panjangnya untuk Kesehatan Kukuilustrasi Nail Art (Freepik)

INDOZONE.ID - Siapa sih yang nggak suka punya kuku cantik? Dari warna pastel sampai glitter hologram, nail art memang bikin tangan terlihat estetik banget, pas untuk dipajang di Instagram. Tapi, kalau kamu sudah mulai rutin manicure, gel, atau acrylic tiap minggu, hati-hati ini bukan cuma soal gaya. Terlalu sering melakukan nail art bisa berdampak buruk bagi kesehatan kuku, bahkan kulit di sekitar kuku. Yuk, kenalan dulu sama sisi gelapnya sebelum kukumu “protes”.

Kenapa Nail Art Bisa Bawa Risiko?

Menurut Harvard Health Publishing, cat kuku sendiri sebenarnya nggak langsung merusak kuku. Tapi, kalau kamu terus-terusan pakai nail polish tanpa jeda selama berminggu-minggu, kuku bisa jadi kering, muncul noda putih (keratin granulations), dan akhirnya rapuh.

Masalahnya makin besar kalau nail art sering diganti, diwarnai terus-menerus, atau memakai gel dan acrylic. Banyak cat kuku konvensional atau semi-permanen mengandung bahan kimia seperti formaldehida, toluena, atau DBP, yang bisa membuat kuku kehilangan kelembapan alami, dehidrasi, dan gampang retak atau terkelupas.

Selain itu, kalau kamu sering memakai remover berbasis aseton atau teknik pengikisan seperti scraping atau buffing untuk melepas cat kuku lama, ini bisa memperparah kerusakan. Lapisan kuku jadi menipis atau bahkan rusak, dan biasanya butuh waktu lama untuk pulih.

Baca juga: Tips Merawat Kesehatan dan Kecantikan Kuku, Hindari Pakai Pernak-pernik Berlebihan!

Dampak Jangka Panjang Nail Art yang Terlalu Sering

Kalau kamu kebiasaan manicure terus-menerus, ini beberapa akibat yang bisa muncul dalam jangka panjang:

Kuku jadi rapuh, mudah retak atau terkelupas

Kuku bisa kehilangan kelembapan alaminya karena sering memakai cat kuku dan remover yang keras. Lama-lama, kuku jadi gampang pecah, belah, atau terkelupas. Dalam istilah medis, kondisi kuku rapuh ini disebut onychorrhexis, yaitu saat kuku mudah patah atau muncul retakan.

Perubahan warna menjadi kuku kuning, kusam, atau belang

Cat kuku dengan warna gelap atau pigmen tinggi bisa membuat kuku alami berubah warna seiring waktu. Banyak orang yang sering memakai nail polish lama-kelamaan melihat kukunya jadi kuning atau kecokelatan.

Risiko infeksi jamur atau bakteri

Lapisan polish dan celah kecil saat melepas cat kuku bisa menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri. Kutikula atau kulit di sekitar kuku yang sering dipaksa saat manicure kadang ikut rusak, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Potensi paparan sinar UV (khusus gel/acrylic)

Kecanduan Nail Art? Hati-Hati, Ini Dampak Jangka Panjangnya untuk Kesehatan KukuIlustrasi nail art. (Instagram/@nailitmedia)

Kalau kamu sering memakai gel polish atau acrylic yang dikeringkan memakai lampu UV atau LED, ada risiko terpapar sinar UV berulang. Menurut Harvard Health, proses pengeringan gel polish bisa memberi stres pada kuku, dan kalau dilakukan terus-menerus juga bisa berdampak buruk bagi kulit di sekitar kuku.

Sulit mendeteksi masalah kesehatan

Menutup kuku terus-menerus dengan nail polish membuat kamu nggak bisa melihat perubahan alami kuku. Misalnya, kuku yang pucat bisa jadi tanda anemia, kuku kuning bisa mengindikasikan masalah liver, atau perubahan tekstur kuku bisa menandakan masalah kesehatan lain. Terlalu sering menutupi kuku bisa membuat sinyal penting dari tubuh ini jadi tersembunyi.

Baca juga: Cara Merawat Kuku Palsu dan Nail Art untuk Menghindari Cantengan

Trik Aman Kalau Kamu Masih Mau Tetap Tampil Stylish

Tenang, bukan berarti kamu harus stop total nail art. Tapi ada cara supaya kuku tetap sehat meskipun kamu suka manicure:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Indiatimes.com, Nailicy.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kecanduan Nail Art? Hati-Hati, Ini Dampak Jangka Panjangnya untuk Kesehatan Kuku

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!