INDOZONE.ID - Sebelum berangkat ke tempat sholat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk membersihkan diri. Salah satu amalan sunnah yang bisa dilakukan adalah mandi sunnah Idul Adha.
Mandi ini bukan sekadar mandi biasa untuk menyegarkan tubuh, tetapi harus secara khusus diniatkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.
Tujuannya tentu saja agar tubuh bersih, bau badan hilang, dan kita datang ke tempat sholat dalam keadaan lebih rapi serta siap beribadah.
Namun, masih banyak yang bingung dan bertanya-tanya, apakah mandi Idul Adha harus keramas? Apakah tata caranya sama dengan mandi junub? Apakah wajib dilakukan? Artikel ini akan menjelaskannya secara praktis dan mudah dipahami.
Niat Mandi Sunnah Idul Adha Arab, Latin, dan Terjemahan
Berikut bacaan niat mandi sunnah Idul Adha yang mudah dihafa
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla li ‘idil adhhaa sunnatan lillaahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat mandi untuk Idul Adha sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
Dalam fikih, niat pada dasarnya berada di dalam hati. Mengutip laman NU Online, dijelaskan bahwa niat dalam istilah fikih adalah tekad kuat untuk melakukan sesuatu yang bersamaan dengan perbuatannya.
Jadi, melafalkan niat boleh dilakukan untuk membantu hati lebih mantap, tetapi yang paling penting adalah kesadaran dalam hati bahwa mandi tersebut dilakukan sebagai mandi sunnah Idul Adha.
Agar lebih mudah diingat, cukup hafalkan bagian intinya, yaitu 'nawaitul ghusla li ‘idil adhhaa sunnatan lillaahi ta‘ala'.
Artinya, kita berniat mandi karena menyambut Idul Adha sebagai ibadah sunnah kepada Allah.
Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Mandi Sunnah Hari Raya
Waktu mandi sunnah Idul Adha dimulai sejak tengah malam pada tanggal 10 Dzulhijjah. Namun, waktu yang lebih utama atau afdal adalah setelah masuk waktu Subuh sebelum berangkat sholat Idul Adha.
Baca juga: Kenapa Idul Adha Disebut Hari Raya Terbesar Umat Muslim? Ternyata Ini Jawabannya
Mengapa setelah Subuh lebih utama? Karena tujuan mandi sunnah hari raya adalah membersihkan badan dan menghilangkan bau tidak sedap sebelum berkumpul dengan banyak orang di tempat sholat.
Jika mandi dilakukan terlalu awal, tubuh bisa kembali berkeringat atau kurang segar saat berangkat.
Jadi, urutan praktisnya bisa dilakukan dengan bangun pagi, mandi sunnah Idul Adha, memakai pakaian yang bersih dan rapi, lalu berangkat menuju tempat sholat Ied.
Mandi ini tidak wajib, tetapi dianjurkan sebagai bagian dari adab menyambut hari raya. Maka, orang yang tidak sempat mandi Idul Adha tetap boleh melaksanakan sholat Idul Adha. Namun, jika ada waktu, sebaiknya mandi sunnah ini tidak ditinggalkan.
Tata Cara Mandi Idul Adha yang Benar: Apakah Harus Keramas Seperti Mandi Junub?
Secara praktik, tata cara mandi Idul Adha mirip dengan mandi besar, yaitu membersihkan seluruh tubuh dengan air. Bedanya terletak pada niat dan hukumnya.
Mandi junub adalah mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar. Sementara mandi Idul Adha adalah mandi sunnah untuk menyambut hari raya.
Kementerian Agama menjelaskan tata cara mandi junub mencakup niat menghilangkan hadas besar, mengguyur kepala, lalu membasuh tubuh secara menyeluruh.
Untuk mandi sunnah Idul Adha, tata caranya dapat dilakukan seperti berikut:
1. Membaca niat di dalam hati
Niatkan mandi sunnah Idul Adha karena Allah Ta’ala.
2. Mencuci kedua tangan
Bersihkan tangan terlebih dahulu sebelum membasuh bagian tubuh lain.
3. Membersihkan bagian tubuh yang perlu dibersihkan
Misalnya bagian badan yang kotor atau berbau.
4. Berwudhu seperti wudhu untuk sholat
Ini dianjurkan agar tubuh semakin siap untuk ibadah.
5. Mengguyur kepala dan rambut
Pastikan air mengenai kulit kepala dan rambut.
6. Mengguyur seluruh tubuh
Dahulukan bagian kanan, lalu bagian kiri. Pastikan air merata ke seluruh tubuh.
7. Membersihkan lipatan tubuh
Misalnya sela-sela jari, belakang telinga, ketiak, pusar, dan bagian tubuh lain yang mudah terlewat.
Apakah mandi Idul Adha harus keramas?
Jawabannya: tidak harus memakai sampo, tetapi air sebaiknya mengenai rambut dan kulit kepala.
Baca juga: Jadwal Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2026, Ada Potensi Long Weekend 6 Hari!
Dalam bahasa sehari-hari, banyak orang menyebut mandi besar sebagai “keramas”. Padahal, dalam fikih, yang penting adalah air merata ke seluruh tubuh, termasuk rambut dan kulit kepala.
Sampo boleh dipakai agar rambut lebih bersih dan wangi, tetapi bukan syarat sah mandi sunnah Idul Adha.
Jadi, kalau pertanyaannya “mandi sebelum Idul Adha apakah harus keramas?”, jawabannya, yang penting mengguyur kepala dan seluruh tubuh dengan air. Memakai sampo boleh, tetapi tidak wajib.
Apakah mandi Idul Adha sama dengan mandi junub?
Jawabannya: mirip dalam cara membasuh tubuh, tetapi berbeda dalam niat dan status hukumnya.
Mandi junub dilakukan untuk menghilangkan hadas besar dan hukumnya wajib jika seseorang dalam keadaan junub. Mandi Idul Adha dilakukan untuk menyambut hari raya dan hukumnya sunnah.
Maka, orang yang tidak sedang junub lalu mandi Idul Adha cukup berniat mandi sunnah Idul Adha.
Namun, jika seseorang sedang junub pada pagi Idul Adha, ia bisa mandi wajib dengan niat menghilangkan hadas besar. Setelah mandi wajib, tubuhnya sudah suci untuk sholat.
Jika ingin sekaligus mendapatkan kesunnahan mandi hari raya, sebagian ulama membolehkan menggabungkan beberapa niat mandi dalam satu mandi selama maksudnya tercapai.
Intinya, jangan sampai hanya mandi sunnah Idul Adha tetapi lupa bahwa dirinya masih wajib mandi junub.
Ringkasan Praktis Sebelum Berangkat Sholat Idul Adha
- Sebelum berangkat sholat Idul Adha, lakukan mandi sunnah jika sempat. Bacaan niatnya: Nawaitul ghusla li ‘idil adhhaa sunnatan lillaahi ta‘ala.
- Waktu terbaiknya adalah setelah Subuh sebelum berangkat sholat. Tata caranya cukup dengan niat, membersihkan tubuh, berwudhu, mengguyur kepala, lalu membasuh seluruh badan sampai merata.
- Mandi Idul Adha tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan. Mandi ini berbeda dengan mandi junub dari sisi niat dan hukum, meskipun cara membasuh tubuhnya hampir sama.
- Mandi sunnah Idul Adha adalah amalan sederhana yang bisa dilakukan sebelum berangkat sholat Ied. Bacaan niatnya mudah dihafal, waktunya paling utama setelah Subuh, dan tata caranya tidak rumit.
- Hal penting yang perlu diluruskan adalah: mandi Idul Adha tidak harus memakai sampo, tetapi air harus merata ke kepala dan seluruh tubuh.
- Mandi Idul Adha juga tidak sama persis dengan mandi junub, karena mandi junub hukumnya wajib ketika seseorang berhadas besar, sedangkan mandi Idul Adha hukumnya sunnah untuk menyambut hari raya.
- Dengan mandi sunnah, memakai pakaian bersih, dan berangkat dengan hati yang tenang, kita bisa menyambut Idul Adha dengan lebih siap secara lahir dan batin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nu Online