INDOZONE.ID - Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Di berbagai daerah di Indonesia, momen ini justru menjadi ajang hidupnya kembali tradisi turun-temurun yang sarat makna, mulai dari rasa syukur, kebersamaan, hingga harapan akan keberkahan.
Menariknya, tradisi-tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga memiliki daya tarik wisata budaya yang kuat. Bahkan, tidak sedikit yang menjadi incaran wisatawan karena keunikannya.
Berikut lima tradisi Idul Adha paling ikonik di Indonesia yang wajib kamu tahu, siapa tahu bisa masuk wishlist liburanmu berikutnya!
Di wilayah Semarang, masyarakat memiliki tradisi bernama Apitan yang digelar menjelang Idul Adha. Nama “Apitan” sendiri merujuk pada posisi bulan yang berada di antara Syawal dan Dzulhijjah.
Tradisi ini identik dengan suasana meriah. Biasanya diawali dengan pertunjukan kesenian rakyat seperti kuda lumping yang membuat suasana semakin hidup. Namun, yang paling ditunggu tentu saja arak-arakan hasil bumi.
Warga membawa berbagai hasil panen seperti sayur, buah, hingga makanan khas dalam bentuk gunungan atau susunan menarik. Setelah diarak, hasil bumi ini akan diperebutkan oleh masyarakat.
Uniknya, perebutan ini bukan sekadar seru-seruan. Banyak yang percaya bahwa siapa pun yang berhasil mendapatkan hasil bumi tersebut akan memperoleh berkah dan keberuntungan. Tidak heran jika tradisi ini selalu ramai dan penuh antusiasme.
Baca juga: Intip Yuk Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Negara
Jika kamu berkunjung ke Surakarta saat Idul Adha, kamu mungkin akan mendengar alunan gamelan yang khas dan sakral. Tradisi Gamelan Sekaten ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram, tepatnya pada masa Sultan Agung di abad ke-17.
Dua set gamelan legendaris, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, dimainkan dalam momen-momen penting Islam, termasuk Idul Adha. Suaranya yang khas dipercaya memiliki nilai spiritual tersendiri.
Biasanya, tradisi ini digelar setelah salat Idul Adha. Selain menikmati musik, pengunjung juga bisa mengikuti tradisi “kinang” atau mengunyah sirih. Masyarakat meyakini bahwa kinang dapat membawa kesehatan dan umur panjang.
Perpaduan antara sejarah, musik tradisional, dan nuansa religius membuat tradisi ini memiliki daya tarik kuat, terutama bagi pecinta budaya.
Yogyakarta memiliki tradisi Grebeg Besar yang selalu digelar saat Idul Adha oleh Keraton Yogyakarta. Salah satu momen paling ikonik adalah kirab gunungan, tumpukan hasil bumi yang dibentuk menyerupai gunung.
Biasanya ada tujuh gunungan yang diarak dari keraton menuju beberapa titik penting seperti Masjid Gede Kauman, Pendopo Pengulon, dan Puro Pakualaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenpar.go.id