Jumat, 19 JUNI 2026 • 14:25 WIB

Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui

Author

Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui (Unsplash/@ablossomingsoul)

INDOZONE.ID - Dalam ajaran Islam, istilah nabi dan rasul tentu sudah tidak asing lagi. Keduanya merupakan utusan Allah SWT yang dipilih untuk membimbing manusia menuju jalan yang benar dan menyampaikan ajaran-Nya kepada umat.

Meski sering disebut bersamaan, ternyata nabi dan rasul memiliki perbedaan yang cukup penting. Banyak orang masih menganggap keduanya sama, padahal ada perbedaan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan nabi dan rasul dalam Islam? Berikut penjelasannya.

Pengertian Nabi

Secara bahasa (etimologi), kata Nabi berasal dari bahasa Arab naba (نَبَأَ) yang berarti "berita" atau "kabar". Jadi, Nabi secara bahasa berarti "pembawa berita".

Nabi adalah seseorang laki-laki pilihan yang menerima wahyu dari Allah SWT sebagai petunjuk hidup. Wahyu tersebut digunakan untuk dirinya sendiri dan untuk membimbing orang-orang yang sudah beriman.

Pengertian Rasul

Secara bahasa (etimologi), kata Rasul berasal dari bahasa Arab arsala (أَرْسَلَ) yang berarti "mengutus". Dengan demikian, Rasul secara bahasa berarti "utusan" atau "delegasi".

Rasul adalah seorang laki-laki pilihan yang menerima wahyu dari Allah SWT berupa syariat, dan wajib hukumnya untuk menyampaikan serta mendakwahkan wahyu tersebut kepada umat manusia, khususnya kaum yang belum beriman.

Baca juga: Kisah Nabi Yusuf: Dijual Murah, Takdir Berubah, dan Menjadi Penguasa Mesir

Perbedaan Nabi dan Rasul

Berikut adalah perbedaan antara Nabi dan Rasul berdasarkan beberapa indikator utama:

1. Kewajiban Menyampaikan Wahyu

Perbedaan utama antara nabi dan rasul terletak pada tugas menyampaikan wahyu:

  • Nabi menerima wahyu dari Allah SWT sebagai petunjuk hidup, tetapi tidak diwajibkan menyampaikan ajaran tersebut kepada umat secara luas.

  • Rasul menerima wahyu dari Allah SWT dan wajib menyampaikannya kepada umat. Tugasnya adalah mengajak manusia beriman, menaati perintah Allah, dan larangan Allah sampai kepada kaum yang dituju, terutama mereka yang tersesat.

2. Syariat yang Dibawa

Nabi tidak membawa syariat baru. Tugasnya adalah melanjutkan, mengajarkan, dan mengamalkan ajaran yang telah dibawa oleh rasul sebelumnya.

Rasul diutus dengan membawa syariat atau aturan baru dari Allah SWT. Beberapa rasul juga menerima kitab suci sebagai pedoman bagi umatnya, seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur'an.

3. Kaum yang Dituju

Nabi biasanya diutus kepada kaum yang telah beriman untuk membimbing mereka agar tetap berada di jalan yang benar. Sementara itu, rasul diutus kepada kaum yang masih ingkar, kafir, atau belum beriman kepada Allah SWT.

4. Jumlah Nabi dan Rasul

Menurut beberapa riwayat hadis, jumlah nabi yang diutus Allah SWT sangat banyak, sekitar 124.000 orang. Sedangkan jumlah rasul lebih sedikit, sekitar 313 orang. Dari jumlah tersebut, umat Islam wajib mengimani 25 nabi dan rasul yang namanya disebutkan dalam Al-Qur'an.

Nabi dan Rasul yang Wajib Diketahui

Umat Islam wajib mengimani 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yaitu:

  1. Nabi Adam AS
  2. Nabi Idris AS
  3. Nabi Nuh AS
  4. Nabi Hud AS
  5. Nabi Saleh AS
  6. Nabi Ibrahim AS
  7. Nabi Luth AS
  8. Nabi Ismail AS
  9. Nabi Ishaq AS
  10. Nabi Yaqub AS
  11. Nabi Yusuf AS
  12. Nabi Ayyub AS
  13. Nabi Syuaib AS
  14. Nabi Musa AS
  15. Nabi Harun AS
  16. Nabi Zulkifli AS
  17. Nabi Daud AS
  18. Nabi Sulaiman AS
  19. Nabi Ilyas AS
  20. Nabi Ilyasa AS
  21. Nabi Yunus AS
  22. Nabi Zakaria AS
  23. Nabi Yahya AS
  24. Nabi Isa AS
  25. Nabi Muhammad SAW

Di antara para Rasul, ada 5 Rasul pilihan yang memiliki keteguhan hati, kesabaran, dan ketabahan yang sangat luar biasa dalam menghadapi ujian dakwah. Golongan ini disebut sebagai Ulul Azmi. Kelima Rasul tersebut adalah:

  1. Nabi Nuh AS
  2. Nabi Ibrahim AS
  3. Nabi Musa AS
  4. Nabi Isa AS
  5. Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Kisah Nabi Yunus AS: Perjalanan Dakwah hingga Mukjizat di Perut Ikan Paus

Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan kita dapat menambah wawasan keislaman dan semakin menghargai perjuangan para utusan Allah dalam menyebarkan kebaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Almanhaj.or.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU