INDOZONE.ID - Perkembangbiakan tumbuhan tidak hanya terjadi melalui biji atau secara generatif. Ada pula cara vegetatif buatan yang dilakukan dengan bantuan manusia untuk menghasilkan tanaman baru dari bagian tubuh tumbuhan.
Metode ini banyak dimanfaatkan dalam pertanian dan perkebunan karena mampu menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya.
Selain itu, tanaman juga cenderung tumbuh lebih cepat dan lebih cepat berbuah.
Lalu, apa saja cara perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan? Simak penjelasannya berikut ini.
Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah proses menghasilkan tanaman baru tanpa melalui pembuahan atau pembentukan biji.
Proses ini dilakukan dengan bantuan manusia menggunakan bagian tubuh tumbuhan, seperti batang, akar, atau daun.
Tujuan perkembangbiakan vegetatif buatan adalah memperoleh tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya, mempercepat proses pertumbuhan, serta menghasilkan tanaman yang lebih cepat berbunga atau berbuah.
Baca juga: Apa Itu Jaringan Meristem? Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Letaknya pada Tumbuhan
Jenis-jenis Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Berikut ini beberapa cara perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan:
1. Stek (Cutting)
Stek adalah cara memperbanyak tanaman dengan memotong bagian tertentu, seperti batang, daun, atau akar, kemudian menanamnya hingga tumbuh menjadi tanaman baru.
Contoh tanaman:
- Singkong
- Mawar
- Bougenville
- Sirih
- Anggur
2. Cangkok
Cangkok dilakukan dengan mengupas kulit batang tanaman berkayu, kemudian bagian tersebut dibungkus menggunakan media tanam seperti tanah atau sabut kelapa hingga tumbuh akar. Setelah berakar, batang dipotong dan ditanam.
Contoh tanaman:
- Mangga
- Jambu air
- Jeruk
- Rambutan
- Leci
- Durian
- Daun jeruk
3. Menempel (Okulasi)
Okulasi dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari sepotong kulit pohon tanaman yang unggul, lalu menempelkannya pada irisan kulit batang tanaman lain (tanaman bawah) yang memiliki perakaran kuat.
Contoh tanaman:
- Jeruk
- Mangga
- Mawar
- Karet
- Alpukat
- Belimbing
- Karet
- Kelengkeng
- Mangga
4. Sambung (Grafting)
Sambung atau grafting dilakukan dengan menggabungkan batang atas dari tanaman unggul, dengan batang bawah tanaman lain yang memiliki perakaran kuat. Kedua bagian akan menyatu dan tumbuh menjadi satu tanaman baru.
Contoh tanaman:
- Durian
- Mangga
- Alpukat
- Jeruk
- Kopi
5. Merunduk
Merunduk dilakukan dengan membengkokkan cabang tanaman hingga menyentuh tanah, kemudian sebagian batang ditimbun tanah.
Setelah muncul akar, cabang dipotong dari induknya dan ditanam di tempat lain.
Contoh tanaman:
- Melati
- Anggur
- Bugenvil
- Stroberi
- Apel
6. Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan teknik modern dengan mengambil sedikit jaringan tanaman, lalu menumbuhkannya pada media khusus yang steril di laboratorium hingga menjadi tanaman baru.
Contoh tanaman:
- Anggrek
- Pisang
- Kentang
- Kelapa sawit
- Tebu
Baca juga: Ornitokori adalah: Proses Penyebaran Biji oleh Burung dalam Tumbuhan
Manfaat Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Cara ini membuat tanaman baru tumbuh lebih cepat, dan memiliki kualitas yang baik. Berikut ini manfaatnya:
1. Tanaman Lebih Cepat Tumbuh
Dibandingkan menanam dari biji, tanaman yang diperbanyak secara vegetatif biasanya tumbuh lebih cepat karena berasal dari bagian tanaman yang sudah berkembang.
2. Lebih Cepat Berbuah atau Berbunga
Beberapa tanaman hasil cangkok, stek, atau sambung dapat menghasilkan buah atau bunga lebih cepat daripada tanaman yang ditanam dari biji.
3. Memiliki Sifat yang Sama dengan Induknya
Tanaman baru akan memiliki sifat yang hampir sama dengan tanaman induknya, seperti rasa buah, ukuran, warna, atau kualitas hasil panennya.
4. Memperbanyak Tanaman dengan Mudah
Cara vegetatif buatan memudahkan seseorang untuk mendapatkan lebih banyak tanaman tanpa harus menunggu biji tumbuh terlebih dahulu.
5. Cocok untuk Tanaman yang Sulit Tumbuh dari Biji
Beberapa jenis tanaman sulit berkembang jika ditanam dari biji. Dengan cara vegetatif buatan, tanaman tersebut tetap bisa diperbanyak dengan lebih mudah.
6. Menghasilkan Bibit yang Seragam
Tanaman yang dihasilkan memiliki bentuk, ukuran, dan kualitas yang hampir sama. Hal ini membuat pertumbuhan tanaman menjadi lebih merata.
7. Menghemat Waktu dan Biaya Budidaya
Karena proses pertumbuhan lebih cepat dan tingkat keberhasilannya tinggi, petani dapat menghemat waktu serta biaya untuk memperoleh tanaman yang siap dibudidayakan.
8. Mempertahankan Tanaman Unggul
Jika ada tanaman yang memiliki buah manis, bunga indah, atau hasil panen yang baik, sifat tersebut dapat dipertahankan dengan cara perkembangbiakan vegetatif buatan.
9. Membantu Memenuhi Kebutuhan Bibit
Dengan metode seperti stek, cangkok, atau kultur jaringan, bibit tanaman dapat diproduksi dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan pertanian, perkebunan, maupun penghijauan.
Baca juga: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan: Pengertian, Ciri, dan Fungsinya
Dengan memahami cara-cara tersebut, kita dapat memilih metode yang paling sesuai untuk memperoleh tanaman yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bobo.grid.id