Jumat, 19 JUNI 2026 • 20:25 WIB

Kaidah Kebahasaan Teks Berita: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Author

Kaidah Kebahasaan Teks Berita: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya (Pexels/Andrea Piacquadio)

INDOZONE.ID -  Teks berita adalah jenis tulisan yang berisi informasi tentang peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi. Berita disusun secara jelas, objektif, dan mudah dipahami agar informasi dapat diterima dengan baik oleh pembaca.

Agar informasi yang disampaikan akurat dan terpercaya, teks berita harus menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat. Penggunaan bahasa yang sesuai membantu pembaca memahami isi berita dengan lebih mudah dan jelas.

Pengertian Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Kaidah kebahasaan teks berita adalah aturan atau ciri penggunaan bahasa yang digunakan dalam penulisan berita. Kaidah ini bertujuan untuk membuat informasi yang disampaikan menjadi jelas, objektif, faktual, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Dalam teks berita, bahasa yang digunakan harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, berita juga harus berdasarkan fakta sehingga tidak mengandung opini atau pendapat pribadi penulis.

Baca juga: 10 Cara Mengenali Berita Hoaks dengan Tepat

Ciri-Ciri Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Berikut ini ciri - ciri kaidah kebahasaan yang sering ditemukan dalam teks berita:

1. Menggunakan Bahasa Baku

Teks berita menggunakan bahasa baku sesuai dengan aturan bahasa Indonesia (EYD). Penggunaan bahasa baku bertujuan agar berita lebih resmi, mudah dipahami, dan dapat dipercaya.

2. Menggunakan Kalimat Faktual

Teks berita harus berisi fakta yang benar-benar terjadi. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan data, hasil pengamatan, atau keterangan dari narasumber yang dapat dipercaya.

3. Menggunakan Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menunjukkan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa. Penggunaan konjungsi ini membantu pembaca memahami alur kejadian secara kronologis.

Beberapa contoh konjungsi temporal yang sering digunakan dalam berita adalah kemudian, sejak, setelah itu, sebelumnya, selanjutnya, dan akhirnya.

Contoh:

  • "Petugas tiba di lokasi pada pagi hari, kemudian melakukan pendataan terhadap warga terdampak."

4. Menggunakan Kalimat Langsung

Kalimat langsung digunakan untuk menyampaikan pernyataan narasumber secara persis sesuai dengan yang diucapkan. Biasanya ditandai dengan tanda petik ("...").

Contoh:

  • "Kami akan segera memberikan bantuan kepada korban bencana," kata Kepala BPBD.

Baca juga: Mengenal 5W 1H dan Contohnya dalam Penulisan Berita

5. Menggunakan Kalimat Tidak Langsung

Selain kalimat langsung, berita juga sering menggunakan kalimat tidak langsung. Kalimat ini berisi penyampaian kembali perkataan narasumber tidak menggunakan tanda petik.

Contoh:

  • Kepala BPBD mengatakan bahwa bantuan untuk korban bencana akan segera disalurkan.

6. Menggunakan Keterangan Waktu dan Tempat (Adverbia)

Untuk memenuhi unsur 5W+1H (khususnya When dan Where), teks berita harus menyertakan informasi waktu dan lokasi kejadian secara spesifik dan jelas.

7. Menggunakan Kata Kerja Mental (Verba Mental)

Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan respons atau sikap seseorang terhadap suatu situasi, tindakan, atau pengalaman. Kata-kata ini sering digunakan untuk menggambarkan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh/narasumber dalam berita.

Contoh: Memikirkan, membayangkan, berasumsi, mencurigai, menyimpulkan.

Contoh Kaidah Kebahasaan dalam Teks Berita

Perhatikan contoh berikut:

Hujan Deras, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan di Jakarta Selatan

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Jakarta Selatan sejak Jumat siang menyebabkan sebuah pohon beringin tua tumbang. Peristiwa ini terjadi tepat di Jalan Raya Pasar Minggu pada pukul 14.30 WIB.

Salah seorang saksi mata, Setiawan, mengatakan bahwa pohon tersebut tiba-tiba runtuh saat angin bertiup kencang. "Tiba-tiba ada suara kretek-kretek, lalu pohonnya langsung roboh menutup jalan," ujarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas damkar kemudian segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi batang pohon yang melintang, setelah itu arus lalu lintas yang sempat macet total berangsur normal kembali.

Dalam kutipan berita tersebut terdapat beberapa kaidah kebahasaan, yaitu:

  • Menggunakan bahasa baku.
  • Berisi fakta dan data yang jelas.
  • Menggunakan keterangan waktu dan tempat, seperti Jumat siang, pukul 14.30 WIB, dan Jalan Raya Pasar Minggu.
  • Menggunakan verba material seperti melanda, menyebabkan, tumbang, runtuh, roboh, dan mengevakuasi.
  • Menggunakan kalimat langsung dari narasumber, yaitu "Tiba-tiba ada suara kretek-kretek, lalu pohonnya langsung roboh menutup jalan."
  • Menggunakan kalimat tidak langsung dari narasumber.
  • Menggunakan konjungsi temporal seperti kemudian, setelah itu, dan lalu.

Baca juga: Puisi adalah: Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, dan Jenis-jenisnya

Dengan memahami kaidah kebahasaan teks berita membantu pembaca menemukan informasi penting dengan mudah. Selain itu, kaidah ini juga berguna untuk menyusun berita yang jelas, tepat, dan sesuai bahasa Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ruang Guru

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU