INDOZONE.ID - Pendidikan menjadi salah satu jalan untuk mengubah masa depan. Hal ini dirasakan oleh seorang putri sopir taksi bernama Annisya Rizky Novalia, di tengah keterbatasan ekonomi.
Di tengah situasi tersebut, tak membuat Annisya menyerah. Ia membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukan penghalang untuk meraih mimpi lewat sebuah keberuntungan.
Kisahnya bermula dari ketika dirinya berkesempatan menerima Beasiswa Bluebird Peduli 10 tahun silam, saat Annisya masih duduk di bangku SMA. Beasiswa tersebut membantunya melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Baca juga: Ajari Anak Main Golf Sejak Kecil Bisa Latih Mental hingga Dapat Peluang Beasiswa
Tak hanya Annisya, kedua saudaranya juga mendapatkan keberuntungan dan kesempatan yang sama. Baginya, ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tapi bentuk dari kerja keras sang ayah yang setiap hari mencari nafkah sebagai sopir taksi.
“Beasiswa ini sangat berarti untuk saya dan keluarga. Melihat papa bekerja keras setiap hari sebagai pengemudi, saya belajar bahwa kesempatan harus dijaga dengan usaha.”
“Papa membuka jalan lewat kerja kerasnya, sementara saya berusaha melanjutkan jalan itu dengan menyelesaikan pendidikan dan terus berproses sampai akhirnya bisa bekerja,” ujar Annisya kepada wartawan di Jakarta.
Annisya juga berusaha memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Ia percaya bahwa sekolah tinggi bukan cuma mendapatkan ijazah atau pekerjaan yang baik, tapi bisa membuka wawasan baru di kehidupan selanjutnya.
Ia merasa bahwa momen ini jadi proses belajar yang baik saat ia menemukan arah, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih matang. Hasilnya, kini Annisya dan kedua saudaranya sama-sama berkarier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Baca juga: Poppy Dharsono: Desainer Muda Indonesia Lebih Kreatif, Layak Dapat Beasiswa ke Italia
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengatakan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya. Karena itu, dukungan ini perlu diberikan kepada keluarga dan anak-anak pengemudi yang kelak akan bermanfaat.
“Kami ingin terus membuka ruang bagi anak-anak pengemudi dan karyawan untuk belajar, mengasah potensi, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri," kata Adrianto.
Tak berhenti di situ, ada juga Generasi Biru yang menjadi wadah untuk pengembangan diri. Mereka bisa mengikuti berbagai pelatihan, penguatan motivasi, hingga pengembangan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja.
Menurut Andre, kesempatan ini diharapkan bisa menjadi ruang bagi para mereka untuk memperluas peluang dan mengembangkan potensi setelah mendapatkan dukungan pendidikan.
"Karena kami melihat peluang yang lebih luas setelah mereka mendapatkan dukungan pendidikan. Kami percaya, anak-anak ini memiliki potensi yang besar dan memberikan mereka ruang untuk tumbuh bersama," tutup Andre.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan