Poppy Dharsono. (Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Desainer senior Poppy Dharsono mendorong gen z untuk jadi desainer profesional dan belajar tren fashion di luar negeri, khususnya Italia. Menurut dia, peluang bidang fashion di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti ini jadi pekerjaan yang sangat menjanjikan.
Melalui ajang Indonesian Young Designer Competition, bagian dari BTN Indonesian Fashion Week 2026, Ketua Umum APPMI ini ingin mencetak desainer-desainer muda yang memiliki potensi dan bakat untuk belajar menjadi profesional hingga masa mendatang. Ia menilai skill anak muda Indonesia untuk menjadi seorang desainer tak kalah bagus dari luar negeri.
“Desainer muda ini sebenarnya, kalau dari sisi talenta, lebih kreatif, lebih kaya. Jadi untuk melontarkan sebuah gagasan ide itu gampang sekali. Hari ini Batak, besok Bali, besoknya lagi Toraja, besoknya lagi Irian," ujar Poppy saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta, baru-baru ini.
Tak heran jika seorang desainer muda Tanah Air banyak dilirik oleh sekolah fashion di luar negeri. Sebagai contoh, belum lama ini, ia mengirim desainer muda ke sekolah mode di Italia, dan kreativitas mereka sudah diakui oleh sekolah fashion di Italia, Koefia Academy.
Baca juga: Bangga, Desainer Asal Indonesia Jadi Pemenang di Asia Young Designer Awards 2020
Dalam kesempatan ini, Poppy menegaskan bahwa APPMI memiliki keseriusan yang dalam untuk mencetak desainer-desainer muda untuk turut membantu pembangunan ekonomi. Ia juga meminta pemerintah untuk menyiapkan beasiswa sekolah fashion di luar negeri.
Karena skill bagus dan potensi untuk memperkuat ekonomi Indonesia cukup besar, sangat disayangkan bila mereka tidak di-support. Dengan akses pendidikan dan pengalaman internasional yang memadai, mereka dapat menjadi motor penggerak industri fashion nasional yang lebih kompetitif di pasar global.
“Karena beberapa kali enggak bisa jalan karena enggak ada biaya. Akhirnya dari perusahaan dan dari saya sendiri, sudah dua tahun turut-turut, kita biayai uang tiket dan uang kehidupan selama setahun sekolah di Italia,” ungkapnya.
Salah satu designer muda indonesia. (Dewi Kania/Z Creators)
Dalam IYFDC 2026, Poppy bersama APPMI telah menetapkan 12 desainer muda yang siap melaju ke panggung IFW 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Saat babak semifinal, sebanyak 50 desainer dari berbagai daerah mempresentasikan karya busana khas Sumatera Utara di hadapan para juri.
Mereka mengeksplorasi kekayaan budaya Sumatera Utara dari sisi fashion. Mereka menerjemahkannya ke dalam rancangan busana kontemporer yang relevan dengan perkembangan industri fashion saat ini.
Poppy menilai, kekayaan budaya Indonesia merupakan sumber inspirasi yang sangat besar bagi para desainer. Mereka bisa menciptakan karya yang memiliki identitas kuat sekaligus mampu menjawab kebutuhan pasar.
“Hasil budaya ini bisa dasar inspirasi dari desain-desainnya yang akan dibuat desain yang modern. Kita gak membuat baju tradisional, tapi membuat baju modern yang bisa diterima oleh kalangan anak muda, gen Z, milenial nasional serta internasional,” paparnya.
Baca juga: Pendaftaran Designer Hunt 2025 Resmi Dibuka, Saatnya Kamu Jadi Bintang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan