INDOZONE.ID - Jenggot musa atau tillandsia usneoides, adalah tanaman hias yang sempat tren di masa pandemi 2020 lalu, sebagai kegiatan mengisi waktu di rumah.
Bentuknya yang unik, menjadikan tanaman ini memiliki nama-nama aneh, seperti Jenggot Dewa atau Janggut Firaun. Ini karena bentuknya yang unik menyerupai jenggot berwarna putih dan tanpa akar.
Bagi penyuka Harry Potter, bentuk jenggot musa yang menjuntai panjang mengingatkan kepada sosok Dumbledore, seorang pria tua dengan jenggot putih panjang dan lebat.
Tanaman ini banyak diminati para pecinta tanaman hias, karena perawatannya yang mudah.
Baca Juga: Manfaat Kecombrang: Tanaman Hutan dengan Aroma Khas, Pencegah Kanker
Fakta Unik Jenggot Musa
Di balik keindahannya, tanaman jenggot musa ini ternyata memiliki keunikannya sendiri. Simak 6 fakta unik jenggot musa yang telah Z Creator rangkum berikut.
1. Dikenal sebagai spanish moss, tapi bukan dari Spanyol
Meski memiliki nama lain Spanish moss atau lumut Spanyol, nyatanya jenggot musa bukan termasuk kelompok lumut dan bukan berasal dari Spanyol.
Tanaman ini justru berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Amerika Serikat bagian selatan, dan Bahama.
Penyebutan spanish moss dibuat oleh orang Prancis karena mirip jenggot panjang penjajah dari Spanyol.
2. Jenggot musa hidup tanpa media tanam dan akar
Sebagai tanaman udara dan menggantung, jenggot musa tak memerlukan media tanam umumnya, seperti tanah. Hidupnya hanya mengandalkan air, udara, dan sinar matahari.
Uniknya lagi jenggot musa hidup tanpa akar, sehingga dengan penyiraman yang rutin, penempatan di tempat teduh disertai pemupukan, jenggot musa akan semakin cantik dan lebat.
3. Jenggot musa bukanlah tanaman parasit
Di habitat aslinya, tanaman dari keluarga bromeliads (bromeliaceae) ini tumbuh menggantung dan menempel pada dahan-dahan pohon.
Tapi jenggot musa bukanlah tanaman parasit yang menyerap nutrisi pada pepohonan tersebut, hanya menumpang hidup saja atau dikenal sebagai tanaman epifit.
Baca Juga: Bunga Lonceng atau Lady's Glove: Tanaman Cantik yang Menyembunyikan Racun Mematikan
4. Jenggot musa tanaman vegetatif, generatif, dan berbunga
Tak banyak yang tahu kalau tanaman jenggot musa ini juga berbunga, dengan ukuran kecil berwarna kuning pucat dan kuning kehijauan. Ketika mekar, bunga jenggot musa ini akan sangat harum.
Selain perkembangbiakan secara generatif dengan biji, jenggot musa juga dapat dikembang biakan secara vegetatif, dengan hanya memotong bagian yang menjuntai panjang dan dipindahkan ke tempat lain.
Biasanya sebagai penghias teras atau bagian dekorasi rumah, tanaman ini diikat menggantung pada pot keramik yang lucu atau media rotan yang estetik.
5. Jenggot musa pernah dipakai sebagai bahan pengisi kasur dan pendingin udara
Jenggot musa di habitatnya banyak tumbuh di pohon ek dan cemara, di daerah dataran rendah dan rawa-rawa. Tanaman ini bisa mencapai panjang lebih dari 6 meter.
Di awal tahun 1900-an jenggot musa pernah digunakan secara komersial di Amerika Serikat sebagai bahan pengisi bantalan kursi, matras, dan kasur.
Tak hanya itu, jenggot musa juga diproduksi dan diproses dalam berbagai bentuk kerajinan dan seni, bahkan sebagai pendingin ruangan yang ampuh.
6. Menjadi tanaman obat
Selain menyerap polutan di sekitarnya,tanaman ini juga bisa menjadi obat alternatif dari berbagai penyakit seperti kanker, obat alergi atau gatal, obat penyakit kulit antara lain eksim dan jamur.
Sleain itu, tanaman ini juga dipercaya menjadi obat menurunkan kadar kolesterol, darah tinggi hingga rematik, jerawat, bahkan HIV.
Writer: Putri Octavia Saragih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators