Pelajaran berharga yang membentuk pemahaman anak-anak tentang kehidupan, moralitas, dan nilai-nilai bisa didapatkan dari berbagai dongeng dengan beragam tema, termasuk dongeng binatang.
Setiap cerita adalah perjalanan ke alam imajinasi, di mana hewan-hewan berbicara dan bertindak seperti manusia dan menyampaikan pesan moral yang berguna bagi perkembangan karakter anak.
Kumpulan dongeng binatang ini bisa kamu simak untuk meningkatkan perkembangan sang anak, dikutip dari ebookanak.com.
Kumpulkan Dongeng Binatang
Representasi binatang dalam dongeng ini membantu memahami makna-makna dalam cerita.
1. Gadis dan Ikan Mas Ajaib
Di sebuah desa hidup tujuh gadis kakak beradik. Mereka sudah yatim piatu. Di antara ketujuh gadis itu hanya gadis bungsu yang paling cantik dan baik hati. Karena kecantikannya itu membuat keenam kakaknya jadi membenci dan iri padanya.
Tiap hari si bungsu sering disuruh bekerja keras menumbuk padi untuk keenam kakaknya. Si bungsu tak pernah diajak bermain dengan mereka. Untungnya, si bungsu memiliki seekor ikan mas ajaib yang bisa bicara. la tinggal di kolam dekat rumah ketujuh gadis itu. Setiap hari si bungsu memanggil dan memberinya makan.
Ternyata kehadiran ikan mas ajaib itu lama-lama diketahui oleh keenam kakaknya. Mereka kemudian menangkap ikan mas ajaib itu dan memasaknya. Dengan sedih si bungsu lalu mengubur tulang si ikan mas ajaib itu.
Anehnya, dari kuburan ikan itu kemudian tumbuh pohon berbuah sangat lezat dan daunnya bisa berdenting merdu. Keajaiban pohon itu mengundang seorang pangeran datang dan. kemudian menikahi si bungsu menjadi istrinya.
Baca Juga: 5 Contoh Cerita Liburan Lebaran Idul Fitri, Ada Bahasa Inggris!
2. Gagak Ingin Jadi Angsa
Si gagak ingin sekali menjadi seekor angsa. Berbulu putih dan tinggal di sekitar danau. Maka mulai saat itu, ia meniru semua tingkah laku yang sering angsa lakukan, la ikut mandi di danau.
Kemudian ikut terbang mengitari danau. la juga makan makanan yang biasa dimakan angsa. "Aku yakin kalau semuanya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Aku pun bisa menjadi seperti angsa.... pikir si gagak dengan yakin.
Namun setelah berhari-hari si gagak mencoba makan yang biasa dimakan si angsa. la malah jadi sering sakit perut karena makanan angsa tidak cocok dengan perutnya.
Begitu pula saat ia sering berendam di dalam air, lama-lama ia jadi sering sakit karena kedinginan. Akhirnya si gagak pun sadar kalau dirinya tak mungkin bisa menjadi yang lain.
3. Upah Bagi Si Pemalas
Di sebuah pohon tinggal Gaga Gagak dan Tupi Tupai yang bersahabat. Gaga sangat pemalas dan Tupi sangat rajin. Saat musim tanam tiba. Tupi mengajak Gaga menanam jagung untuk cadangan musim kemarau. "Wah, malas ya. Kau saja yang tanam, tolak Gaga. Karena Tupi senang bekerja, ia pun segera menanam sendiri pohon jagung di ladang.
Tiga bulan kemudian musim panen tiba. "Gaga, yuk kita petik jagung- jagung kita di ladang!" ajak Tupi. Tapi, lagi-lagi Gaga menjawabnya, "Wah, aku malas. Kau saja yang petik, ya. Karena Tupi senang bekerja, ia pun memanen sendiri semua pohon jagung di ladang. Lalu membaginya dengan si Gaga. Hasil jagungnya kemudian ia bawa ke rumah pohonnya.
"Gaga cepat ambil hasil panenmu di ladang. Sebentar lagi turun hujan," kata Tupi mengingatkan Gaga. "Wah, aku malas. Nanti saja aku ambil kata Gaga dengan santai. Beberapa saat kemudian, hujan deras pun turun. Maka hanya dalam sekejap, air hujan itu menghanyutkan semua jagung milik Gaga. Hiks, Gaga pun sedih dan menangis kecewa.
4. Kucing Tua Pertapa
Kuku Ayam hutan dan Mumu marmut bekerja sama menanam sebatang pohon jagung di hutan. Tapi, saat berbuah, mereka malah bertengkar. "Pohon jagung ini milikku!" kata ayam hutan. Tidak bisa! Pohon jagung ini milikku!"tolak marmut. Mereka sama sekali tak mau berbagi, apalagi mengalah.
Karena sama-sama keras kepala, akhirnya mereka sepakat mengadukan permasalahan itu kepada seekor kucing pertapa. Mereka menganggap semua pertapa tentu bisa dipercaya dan bijaksana. Dengan kebijaksanaannya itu sang pertapa bisa membantu memecahkan masalah dengan baik dan adil.
Namun, benarkah seperti itu?
"Aku sudah tua dan telingaku sudah agak tuli. Coba mendekatlah kalian supaya aku bisa mendengar," kata si kucing yang sedang menyamar menjadi seorang pertapa tua yang bijaksana.
Hup, saat si Kuku dan si Mumu mendekat, maka si kucing yang licik itu langsung menyambar dan menyantap Kuku dan si Mumu.
5. Tak Pernah ke Laut
Ada seekor serigala yang belum pernah melihat laut. Kebetulan saat itu ia bertemu dengan seekor rubah yang tinggal di dekat pantai. "Wah, laut itu amat luas dan indah ya!" seru serigala takjub. "Bolehkah aku masuk ke dalamnya?" tanya serigala.
"Ya, terserah kamu," jawab rubah, "Kalau kamu pandai berenang dan menyelam, kamu bisa masuk ke dalamnya. Pemandangan di dalam laut sangat indah dan banyak dihuni ikan warna-warni.
Serigala tak bisa berenang dan menyelam. Namun karena kebodohannya, serigala memaksakan diri berenang ke dalam laut. Rubah tak bisa mencegahnya. Serigala kemudian digulung ombak dan tak bisa lagi kembali ke darat.
Baca Juga: 5 Cerpen Bahasa Inggris untuk Belajar Anak, Mudah Dipahami!
Itu dia beberapa dongeng untuk anak yang mengandung banyak pesan untuk disampaikan. Dengan membacakan ini, perlahan anak akan belajar tentang banyak sudut pandang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ebookanak.com.