Selasa, 13 FEBRUARI 2024 • 12:16 WIB

Klinik Dokter Gigi Kebakaran, Petugas Damkar Datang Malah Diprotes Warga dan Korban

Author

Klinik dokter gigi yang kebakaran.

INDOZONE.ID - Tempat praktik atau Klinik Dokter Gigi 'BUDHI' yang beralamat di Jalan S. Parman 45 Jember, Jawa Timur, mengalami kebakaran sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (12/2/2024).

Beruntung tidak ada korban dalam musibah kebakaran itu. Namun saat petugas Damkar dan Penyelamatan Pemkab Jember datang, mereka malah mendapat protes dari warga dan juga korban.

Pasalnya petugas damkar datang saat api kebakaran sudah padam. Petugas damkar hanya melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Aksi Liar Kucing Si Oyen dari Maling Ikan hingga Cakar Orang, Berujung Ditangkap Damkar

Terkait hal ini, Wakil Danru Damkar Mako A Pemkab Jember Bambang Mulyono mengatakan, adanya protes karena ada kekecewaan dari warga.

Diakui oleh Bambang, pihaknya datang terlambat ke lokasi kejadian. Karena ada masalah pada kendaraan truk damkar dalam perjalanan ke lokasi kejadian.

"Truk damkar sebelumnya sudah berangkat tapi ada kendala mesin, jadi mogok. Berangkat armada satunya, bermaksud untuk menarik. Tapi karena mempertimbangkan kejadian kebakaran, truk sebelumnya kami tinggal di jalan tadi," kata Bambang saat dikonfirmasi Z Creator Arka Hatta di lokasi kejadian.

Saat sampai di lokasi kejadian, lanjutnya, damkar hanya melakukan pendinginan. Karena pemadaman api sudah dilakukan oleh warga.

"Untuk kendaraan truk yang sampai di lokasi sebenarnya juga ada masalah. Alat pompa air juga rusak, sehingga untuk menyemprot juga tidak bisa maksimal. Kami terpaksa menggunakan alkon (alat bantu pompa air), tapi ya semprotan airnya kurang maksimal," ungkapnya.

"Beruntung api tidak membesar, sehingga kebakaran dapat dipadamkan," sambungnya.

Terkait penyebab kebakaran, lanjutnya, berasal dari alat pemeriksa gigi yang diduga mengalami korsleting listrik.

"Untuk proses pemadaman api, tadi kurang lebih 20 menit, ada 7 personel ke lokasi kejadian. Kami sampai sini hanya melakukan pendinginan," ucapnya.

Menyikapi protes warga dan korban, lebih lanjut kata Bambang, pihaknya menyampaikan permohonan maaf di lokasi kejadian.

"Benar memang ada sedikit protes dari warga. Tapi kami tadi masih melakukan proses pendinginan. Kendaraan (Truk Damkar) memang harus ready, baik dari perlengkapan, pompa, maupun mesin, harus siap semua. Karena bagaimanapun, jika ada kebakaran harus segera dipadamkan,” ulasnya.

"Dari kebakaran ini nihil korban, hanya kerugian materiil dan masih dihitung. Tadi ada anggota dari Polsek Sumbersari juga di lokasi kejadian. Untuk memastikan penyebab kebakaran," imbuhnya.

Terpisah, kakak dari pemilik klinik dokter gigi tersebut, Farida Sulusiani, membenarkan adanya kekecewaan yang disampaikan dengan proses pemadaman api yang dilakukan petugas Damkar Jember.

Kebakaran itu menghanguskan satu ruang praktek dokter berukuran 3x3 meter. Diduga kebakaran akibat adanya alat praktek dokter yang mengalami korsleting listrik.

"Kebakaran terjadi setelah Zuhur, api tadi ada di ruangan belakang. Besar tadi apinya, Alhamdulillah tadi dibantu warga dapat dipadamkan apinya," kata Farida.

Dari proses pemadaman, kata Farida, ada warga yang menghubungi petugas Damkar Jember.

"Tapi ya gitu datangnya terlambat. Api sudah padam baru datang. Katanya sih (petugas Damkar) truk pemadamnya mogok atau kenapa gitu. Nah harusnya kan tidak seperti itu," ujarnya kecewa.

Baca Juga: Hewan Penghuni Asli Gunung Merbabu Terdampak Kebakaran Hutan

"Armada ataupun personel harusnya sigap dan siap. Untung kebakaran ini tidak besar, warga memadamkan api sendiri. Nah kalau (kobaran api) besar bagaimana, bahkan sampai jatuh korban. Saya harap Damkar Jember harus lebih baik," imbuhnya.

Writer: Victor Median


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU