INDOZONE.ID - Pernahkah Anda Istilah "gopek", "goceng", "ceban", "goban", dan "gocap"? Istilah-istilah ini sering digunakan dalam bahasa sehari-hari mendengar untuk menyebut nominal uang Rupiah. Bagi orang yang sudah terbiasa, mungkin istilah ini mudah dipahami.
Namun, bagi orang yang baru mengenal bahasa Indonesia atau baru datang ke Indonesia, mungkin istilah ini membingungkan.
1. Gopek
- Arti: Rp 500 (lima ratus)
- Asal-usul: Kata "gopek" berasal dari bahasa Hokkien "gopek" yang berarti "lima ratus". Pada masa penjajahan Belanda, istilah ini digunakan oleh para pedagang Tionghoa untuk menyebut uang 500 gulden.
2. Goceng
- Arti: Rp 5.000 (lima ribu)
- Asal-usul: Kata "goceng" berasal dari kata "go" yang berarti "lima" dan "ceng" yang merupakan singkatan dari "sen".
Baca Juga: Selain Nabung, Kamu Bisa Alokasikan Uang untuk 6 Hal yang Bermanfaat di Masa Depan, Apa Saja?
3. Ceban
- Arti: Rp 10.000 (sepuluh ribu)
- Asal-usul: Kata "ceban" berasal dari kata "ce" yang berarti "sepuluh" dan "ban" yang merupakan singkatan dari "ribu".
4. Gocap
- Arti: Rp 50 (lima puluh)
- Asal-usul: Kata "gocap" berasal dari kata "go" yang berarti "lima" dan "cap" yang merupakan singkatan dari "puluh".
Baca Juga: Belajar Pengelolaan Uang ala Orang Jepang: Pengertian dan Penerapan Kakeibo
Istilah "gocap" mengalami perubahan makna seiring waktu. Awalnya, "gocap" digunakan untuk menyebut Rp 50. Namun, saat ini, "gocap" lebih sering digunakan untuk menyebut Rp 50.000. Hal ini mungkin terjadi karena pengaruh dari istilah "goban" yang berarti Rp 50.000.
Penggunaan istilah-istilah ini menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa dalam bahasa Indonesia. Istilah-istilah ini sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KBBI