INDOZONE.ID - Beragam jenis tanaman hias unik dan harga fantastis rupanya masih diburu masyarakat. Sekalipun harganya fantastis, banyak orang yang minat mengoleksi tanaman hias.
Aglaonema, Aroid, Kaktus, Platycerium, Mutasi, dan Sansevieria merupakan jenis tanaman hias yang paling banyak dikoleksi masyarakat. Saking uniknya dari segi bentuk dan warna, tak ayal jika tanaman hias tersebut dijual dengan harga fantastis.
Para kolektor atau pencinta tanaman hias wajih berkunjung ke Pameran Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2024 di ICE BSD City, yang menampilkan banyak jenis tanaman unik dan harga fantastis. Acara digelar mulai 5-8 Desember 2024.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyaksikan langsung dan terkesima melihat banyak jenis tanaman yang harganya fantastis. Ia juga tertarik dengan pohon jambu dari Papua.
“Ternyata ada tanaman tertentu dari hasil keanekaragaman hayati kita yang disilang dimutasi dan dikasih artifisial, sehingga timbul keunikan di tanaman hias yang harganya mind blowing banget dari Rp1 juta, puluhan juta Rp50 juta sampai ada yang Rp500 juta ga dikasih, ada yang kecil harganya Rp100 juta,” ujarnya di ICE BSD City Tangerang.
Baca Juga: 6 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan untuk Rumah dan Kantor
Wamentan Sudaryono turut gembira bisa menyaksikan tanaman hias yang potensinya besar. Minat masyarakat terhadap tanaman hias ini pun semakin besar, tak terkecuali kelas mancanegara.
“Minat di Indonesia besar dan di luar negeri besar, tanaman yang dulunya dari hutan, tanaman liar, potensinya besar negara kita tropis, tanaman liar banyak dari mulai lumut-lumutan, anggrek yang jadi keanekaragaman hayati,” tambahnya.
Baca Juga: 5 Tanaman Hias yang Gak Boleh Sering Kena Air Hujan, Bisa Mati
Dalam kesempatan ini, Wamentan juga berpesan kepada petani maupun kolektor tanaman hias untuk menjaga keanekaragaman hayati Tanah Air agar tak sembarangan ekspor tanaman hias yang berasal dari hutan liar.
“Jangan sampai barang dari hutan langsung dikirim (ekspor), jadi barang yang dari luar mana dibudidaya dan dijual, sehingga tanaman aslinya tidak keluar. Ada beberapa laporan, banyak yang diselundupkan, karena unik harga mahal dan jangan sampe barangnya cuma 1 lalu diekspor ke luar negeri, harusnya dibudidayakan, barang seperti itu ada yang dibudidaya di luar dan dijual lagi ke kita. Kita terima dari negara tertentu dan sudah muter, padahal kita tahu kalau itu barang kita,” ungkapnya.
Diakui Wamentan Sudaryono, nilai ekspor tanaman hias juga cukup besar dari tahun ke tahun. Pemerintah happy dan siap memfasilitasi para petani yang mau membudidayakan tanaman lebih dulu sebelum dijual.
“Semua juga harus kompak. Jangan sampai satu atau dua oknum pengin kaya duluan jadilah nurunin harga dan kecurangan lain,” bebernya.
Presiden Direktur Dyandra Event Solutions Michael Bayu A Sumarijanto menambahkan, FLOII Expo diikuti oleh lebih dari 150 exhibitor. Termasuk dari negara- negara seperti Thailand, Taiwan, Singapura, Ekuador, Amerika Serikat, dan Vietnam.
“Kehadiran peserta internasional membuka peluang kolaborasi global. Potensi tanaman hias Indonesia di dunia sendiri sangat besar. Kami akan menciptakan momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri tanaman hias,” jelas Michael Bayu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung