Minggu, 08 MARET 2020 • 17:17 WIB

Anak Psikopat Bisa Diketahui Sejak Dini, Kenali 6 Ciri-cirinya

Author

Anak marah (HEYSIGMUND)

Kasus kekerasan yang terjadi pada anak-anak sudah banyak terjadi sejak dulu. Motifnya pun beragam. Seperti yang baru terjadi pada balita berusia 5 tahun yang meregang nyawa akibat kelakukan keji tetangganya remaja berusia 15 tahun.

Kasus ini telah heboh sejak pengakuan tersangka Jumat 6 Maret 2020 pada pihak kepolisian. Kejadian ini memang sulit diterima dengan akal sehat, seorang anak di bawah umur tega dan berani melakukan tindakan tersebut.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku mengalami gangguan emosional sehingga mendorongnya untuk melakukan kekerasan berujung kematian pada seseorang.

Psikopat merupakan gangguan yang ditujukan pada seseorang dengan kepribadian yang diakibat oleh berbagai aspek.

Tak ada yang pernah tahu, mengapa dan bagaimana bisa seorang anak tumbuh menjadi psikopat.

Reaksi ini bisa timbul akibat pengaruh genetika, traumatis dan tekanan berlebih yang terjadi pada lingkungan sekitar.

Kamu harus menyadari bahwa kemungkinan psikopat bisa terjadi pada siapa pun. Memang sih hingga saat ini belum ada diagnosis yang pasti tentang psikopat.

Ilustrasi anak marah (Hooflakids)

Kamu bisa mengetahui ciri psikopat pada anak sejak dini:

  1. Psikopat akan terlihat biasa saja, kondisinya normal sama seperti anak-anak pada umumnya. Namun, dalam situasi tertentu ia bisa berubah menjadi pribadi yang kejam tanpa ampun. Hati nurani dan empatinya seolah tak berfungsi.
  2. Anak yang diduga psikopat biasanya cendeurng selalu merasa benar dalam kesempatan. Ia tak lantas mengakui kesalahan yang telah diperbuat.
  3. Ketika dalam kondisi marah, anak psikopat cenderung meluapkan kemarahan berapi-api tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya.
  4. Menyalahkan orang lain dan menganggap kesalahan bukan disebabkan oleh dirinya.
  5. Tidak percaya diri, sering berbohong, tidak pernah tulus apabila mengatakan sesuatu hal
  6. Seorang psikopat tergolong sebagai seseorang yang manipulatif. Tindakan ini merupaka upaya tipu daya yang dilakukan terhadap korbannya.

"Semua yang terjadi pada anak tentu didasari latar belakang si anak. Ia tidak serta merta mengubah dirinya menjadi sosok yang menakutkan. Untuk mengantisipasi, sebagai orangtua kamu perlu memerhatikan semua tingkah laku anak. Taruh kecurigaan apabila anak tidak memiliki rasa takut akan pelanggaran yang diperbuat," papar Psikolog Klinis, Tara de thouars saat dihubungi Indozone, Minggu (8/3/2020).

Untuk mengetahui ciri anak psikopat lebih pasti, kamu bisa langsung berkonsultasi pada dokter guna meminimalisir dampak buruk yang akan ditimbulkan kemudian hari. 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU