Seorang pria di Malaysia diusir oleh teman satu rumahnya usai dinyatakan terinfeksi COVID-19. Dia kemudian diminta mencari Rumah Sakit (RS) sendiri untuk menjalani perawatan.
Kisah ini dibagikan oleh seorang tenaga kesehatan bernama Nafidz Razak di akun Instagram-nya. Dia merasa prihatin atas kejadian yang menimpa pasien COVID-19 tersebut.
Pada awalnya, pasien tersebut sempat menghubungi klinik tempatnya bekerja. Pria itu kemudian memberitahu bahwa ia diusir oleh temannya dari rumah yang mereka tinggali bersama dan dibiarkan mencari rumah sakit sendirian.
Namun, Nafidz tidak bisa bisa langsung merawat pasien tersebut karena klinik masih penuh. Karena itu, Nafidz pun meminta pasien tersebut untuk menunggu sampai ada ruangan kosong.
Sembari menunggu, Nafidz mencoba menghibur pasien yang diusir temannya tersebut dan memberinya makanan. Namun, pasien tersebut terlihat begitu sedih. Sebab, jika tak kunjung mendapat ruangan, ia tidak tahu harus pergi kemana.
Nafidz pun kemudian meyakinkan pasien tersebut bahwa ia tidak akan luntang-lantung di jalan. Hingga akhirnya, pasien itu pun berhasil mendapat kamar kosong pada tengah malam. Nafidz dan teman-temannya benar-benar mengusahakan yang terbaik agar pasien itu segera mendapatkan perawatan.
Dari kejadian ini, Nafidz berpesan agar tidak melakukan diskriminasi kepada pasien COVID-19 atau memperlakukan mereka seolah-olah mereka telah melakukan kejahatan keji.
Menurut dia, pasien COVID-19 seharusnya di-suport agar mereka bisa melewati masa-masa sulit tersebut.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: