Selasa, 12 JANUARI 2021 • 16:37 WIB

Pilu Pasien COVID-19 Dikirim Laptop oleh Bosnya, Sudah Sulit Bernapas tapi Harus Kerja

Author

Pasien covid-19 dikirim laptop oleh bosnya. (Twitter/@sitsnoe)

Baru-baru ini, viral kisah pasien COVID-19 yang terpaksa harus tetap bekerja meski sedang menjalani perawatan. Pasalnya, kondisinya sudah termasuk memprihatinkan karena sudah susah untuk bernapas.

Cerita ini sendiri dibagikan oleh akun Twitter @sitsnoe. Bukannya disuruh istirahat, pasien COVID-19 itu malah dikirimi laptop untuk bekerja oleh bos di perusahaan tempatnya bekerja.

"Temen gue kerja di salah satu perusahaan BUMN, kondisi dia sekarang tuh sakit COVID-19 dan sudah memasuki fase sesak nafas tiap malem (nggak bisa dilarikan ke RS/wisma atlet krn FULL). eh dikirimin laptop sama atasannya disuruh tetep kerja, gila sih nggak ngotak banget," cuit netizen itu, Selasa (12/1/2021).

Pada gambar yang dibagikan oleh @sitsnoe, pasien tersebut mengaku tidak menyangka dan tak bisa berkata-kata lagi karena masih disuruh bekerja di saat sedang sakit.

Dia kemudian menjelaskan bahwa laptop tersebut dikirim melalui ojek online oleh si bos. Pengguna Twitter itu mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama temannya tersebut harus bekerja meski sakit.

"Ini nggak sekali dua kali, pasca operasi kista ovarium aja disuruh ke kantor padahal jahitan masih basah," bebernya.

Cuitan itu pun menuai pro dan kontra di kalangan netizen.

"Bilang aja terus terang kondisinya dan gak memungkinkan untuk kerja. Masa boss gak ngerti?," kata @apathoni.

"Temennya emang abis jalan2 atau gimana? soalnya ada perusahaan yg tegas melarang karyawan wisata, makan di luar, dll selama pandemi, krn ga mungkin full wfh..sanksinya kalau melanggar dan kebetulan + dapet SP dan hrs isoman potong gaji. Gw setuju yg begini," kata @4shotsespresso.

"Ya emang sih, kalo karyawan meninggal kantor palingan berduka 1-2 hari abis itu tinggal hire karyawan baru. Gitu kali ya cara kerja kantornya," kata @recordmynote.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU