Adab makan dan minum adalah tata cara yang dilakukan sebelum, saat, dan setelah makan dan minum.
Dalam Islam, aturan mengenai adab makan dan minum bersumber dari Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Menerapkan adab makan dan minum dalam Islam, dapat memberikan keberkahan dan memiliki manfaat nyata dari segi kesehatan.
Adab Makan dan Minum Menurut Islam
Islam telah mengatur banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk adab makan dan minum. Berikut ini Indozone rangkum adab makan dan minum dalam Islam.
1. Mengonsumsi Makanan Halal
Adab makan dan minum dalam Islam, yang pertama adalah kewajiban mengonsumsi makanan halal.
Makanan halal yang dimaksud bukan hanya mengenai kandungan zatnya, melainkan juga cara memperolehnya, cara memprosesnya, cara menyimpannya, dan cara menyajikannya.
Mengonsumsi makanan halal, akan menyehatkan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.
Sebaliknya, makanan yang haram membawa mudarat dan berbahaya bagi kesehatan.
Misalnya alkohol yang bisa merusak organ hati, dan daging babi yang dapat memicu penyakit cacing pita.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala." (QS. Al Maidah: 3)
Tak hanya itu, mengonsumsi makanan haram cenderung akan melahirkan perbuatan maksiat, menghambat terkabulnya doa, dan menolak amalan.
Hal tersebut telah disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada sahabat Sa’ad Abi Waqqash:
"Wahai Sa'ad, perbaikilah makananmu, niscaya doamu mustajab. Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sesungguhnya jika seorang hamba yang melemparkan satu suap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak diterima amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya." (HR. Ath-Thabrani)
2. Mencuci Kedua Tangan
Islam telah mengajarkan pemeluknya untuk selalu menjaga kebersihan, salah satunya dengan mencuci tangan.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terbukti ampuh melawan bakteri yang menempel ketika beraktivitas.
Dengan begitu, makanan dan minuman tidak tercemar bakteri, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.
"Rasulullah SAW jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum." (HR. Abu Daud no.222, An Nasa'i no.257, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa'i)
3. Mengucapkan Basmalah dan Berdoa
Agar makanan dan minuman lebih berkah, hendaknya umat Muslim mengucapkan basmalah sebelum makan.
"Jika salah satu kalian makan, maka hendaklah menyebut nama Allah (bismillah). Jika dia lupa untuk menyebut nama Allah di awal makan, maka hendaklah mengucapkan bismillahi awalahu wa akhirahu." (HR Abu Dawud no. 3767 dan dishahihkan oleh al-Albani)
Mengucapkan basmalah, juga dapat menghindari makanan dan minuman dikonsumsi oleh setan.
"Sesungguhnya setan akan ikut menyantap makanan yang tidak diawali dengan membaca bismillah sebelum makan." (HR. Muslim dan Ahmad)
4. Menggunakan Tangan Kanan
Adab makan dan minum menggunakan tangan kanan telah diwariskan Rasulullah SAW dalam sabdanya:
"Jika salah seorang diantara kalian makan, maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya." (HR. Muslim no. 2020)
Makan dan minum menggunakan tangan lebih diutamakan dalam Islam, daripada memakai sendok.
Sebab, dalam tangan terdapat enzim pengurai yang memudahkan proses pencernaan makanan.
Itulah mengapa, makanan yang disentuh dengan tangan lebih mudah basi dibandingkan dengan makanan yang memakai sendok.
Namun, baik tangan maupun sendok sama-sama bisa terkontaminasi bakteri, sehingga perlu dicuci terlebih dahulu.
5. Makan dan Minum dalam Posisi Duduk
"Nabi Muhammad SAW sungguh telah melarang minum sambil berdiri." (HR. Muslim)
Makan dan minum sambil berdiri dilarang dalam Islam, karena berdampak buruk pada kesehatan.
Jika berdiri, makanan akan langsung menuju dasar usus, sementara minuman akan sampai ke kandung kemih.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal, disfungsi pencernaan, hingga asam lambung.
Itulah sebabnya secara medis, duduk ketika makan dan minum bermanfaat untuk menghindari dehidrasi, menyehatkan ginjal, dan melancarkan pencernaan.
6. Tidak Makan dan Minum Berlebihan
Dalam Islam, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan sangat tidak dianjurkan.
Umat Muslim sebaiknya mengambil dan mengonsumsi makanan atau minuman secukupnya, agar tidak mubazir.
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)
7. Tidak Mencela Makanan
Tidak mencela makanan juga termasuk salah satu adab makan dan minum dalam Islam.
Bila Nabi Muhammad SAW mendapati makanan yang kurang berkenan, Beliau hanya meninggalkannya bukan menghinanya.
"Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya." (HR. Muslim)
Itulah adab makan dan minum dalam Islam. Sebagai umat Muslim, sudah sebaiknya kita mematuhi adab makan dan minum. Semoga bermanfaat!
Artikel Menarik Lainnya:
- 7 Macam Bacaan Sholawat Nabi Muhammad dan Keutamaannya
- 5 Perawatan Kecantikan Ini Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi Muhammad
- 6 Makanan Kesukaan Nabi Muhammad SAW Selama Bulan Puasa Ramadhan
- 3 Sifat yang Dibenci Rasulullah SAW, Salah Satunya Suka Bicara Seenaknya & Lisannya Kotor
- 9 Amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa Sesuai Anjuran Rasulullah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: