Jumat, 24 JUNI 2022 • 09:19 WIB

Gak Boleh Ada Kesedihan dalam Ritual 'Pembakaran' Jenazah di Bali!

Author

Tradisi Ngaben di Bali (Rudi Hartono/IDZ Creators)

Indonesia punya banyak ritual pemakaman yang berbeda dari berbagai agama dan budaya. Salah satunya dari agama Hindu yakni upacara Ngaben. Bagi penganut Hindu-Bali kembalinya manusia menuju nirwana adalah proses yang sangat panjang. Ngaben menjadi bentuk penghormatan terakhir dari keluarga untuk keluarga yang sudah meninggal.

Berbeda dengan upacara kematian lainnya, ada beberapa rangkaian unik yang wajib dilakukan keluarga.

Salah satunya adalah enggak boleh menujukkan rasa sedih atau duka ketika prosesi sakral ini berlangsung.

Ratusan warga mengantarkan jenazah untuk dikremasi (Rudi Hartono/IDZ Creators)

Tim IDZ Creators, Rudi Hartono berkesempatam merekam momen sakral ini di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Ritual ini digelar secara massal di lapangan desa.

Ritual digelar secara massal di lapangan desa (Rudi Hartono/IDZ Creators)

Sebelum melakukan kremasi proses yang dialalui memang cukup panjang. Keluarga yang ditinggalkan harus melakukan ritual permohonan izin dan restu kepada Dewi Surga yang merupakan sakti dari Dewa Siwa. Prosesi ini disebut Ngulapin.

Setelah proses Ngulapin selesai berikutnya dilakukan upacara Meseh Lawang. Upacara ini bertujuan memulihkan kerusakan jenazah secara simbolis.

"Proses upacara ini memang punya tahapan. Setelah upacara Meseh Lawang,ada upacara Mesiram atau Mabersih,itu memandikan jenazah. Baru kemudian Ngaskara dan Nerpana, atau upacara penyucian jiwa dan sesajen. Baru setelahnya digelar acara puncaknya Ngaben,” terang I Made Wardana, salah satu warga Gianyar.

Jenazah diarak oleh ratusan warga (Rudi Hartono/IDZ Creators)

Karena upacara Ngaben ini membutuhkan dana yang enggak sedikit, masyarakat Hindu-Bali biasanya melakukan upacara Ngaben secara massal alias secara kolektif. Jadi enggak heran kalau upacara Ngaben membutuhkan lokasi yang luas agar bisa menampung sanak keluarga yang jasad anggota keluarganya akan dikremasi.

Jelang upacara Ngaben (Rudi Hartono/IDZ Creators)

Dalam ajaran Hindu-Bali, selain dipercaya sebagai Dewa Pencipta, Dewa Brahma memiliki wujud sebagai Dewa Api. Dan upacara Ngaben ini adalah proses penyucian roh dengan cara dibakar menggunakan api, agar bisa kembali ke Sang Pencipta. Api yang membakar dipercaya sebagai wujud penjelmaan Dewa Brahma.

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join IDZ Creators dengan klik di sini.

IDZ Creators

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU